Pejuangkantoran.com - Google Workspace, platform produktivitas yang kamu kenal lewat Gmail, Docs, Drive, dan lainnya, baru saja merilis hasil survei soal bagaimana kecerdasan buatan (AI) dimanfaatkan oleh para pemimpin muda di dunia kerja, khususnya generatif AI.
Survei ini dilakukan oleh The Harris Poll, dengan fokus pada lebih dari 1.000 pekerja muda usia 22 – 39 tahun di Amerika Serikat yang sedang menjabat atau bercita-cita jadi pemimpin.
Hasilnya? Ternyata, para pemimpin muda sangat terbuka dan bahkan semangat menggunakan AI.
Sekitar 82% responden sudah menggunakan AI dalam pekerjaannya dan sebanyak 98% yakin AI akan memiliki pengaruh besar di tempat kerja dalam lima tahun ke depan.
Menariknya lagi, 93% dari Gen Z dan 79% milenial yang disurvei, mengatakan bahwa mereka rutin memakai dua atau lebih alat AI tiap minggu.
Lebih dari setengah responden juga suka berbagi pengalaman menggunakan AI dengan rekan kerjanya, Bahkan, 75% aktif menyarankan alat bantu AI ke teman-teman mereka.
AI bukan cuma alat, tapi jadi “teman” kerja
Para pemimpin muda ini tidak cuma pakai AI untuk kelihatan keren, tetapi benar-benar memanfaatkannya untuk menyelesaikan tantangan di dunia kerja modern.
Misalnya, 70% sudah memakai AI untuk hal-hal seperti menyusun balasan email, membuat email penting dari nol, atau menerjemahkan bahasa.
Bahkan saat tugas terasa berat, 88% mengatakan bahwa AI bisa membantu mereka mulai lebih mudah.
Menulis juga jadi lebih mudah dengan 88% responden setuju AI mebantu mereka menemukan nada yang tepat saat menulis.
Bagi yang sering menulis email panjang di ponsel, 87% responden juga merasa AI membuat mereka lebih nyaman menulis di layar kecil.
Lalu, 90% percaya AI sangat membantu dalam rapat, misalnya dengan otomatis mencatat hal-hal penting sehingga cocok untuk gaya kerja hybrid yang makin fleksibel.