Pejuangkantoran.com - Apakah kamu pernah mengalami saat meeting, tiba-tiba ada rekan kerja yang dari tadi sibuk dengan ponselnya, mendadak bertanya tentang sesuatu yang padahal baru saja dijelaskan?
Ini mungkin membuat kamu kesal karena artinya dia tidak memerhatikan jalannya meeting.
Jika ditegur dengan sopan, alasan yang sering dilontarkan adalah dia sedang “multitasking” sambil mengerjakan pekerjaan lain.
Di zaman kerja yang serba cepat dan padat ini, multitasking memang sering dianggap sebagai “kunci sukses”.
Banyak orang merasa harus selalu aktif di banyak tempat sekaligus, seperti membalas email sambil ikut rapat atau menyicil laporan sambil mendengarkan presentasi.
Rasanya kalau tidak sibuk dengan dua atau tiga hal sekaligus, kamu akan ketinggalan.
Namun, tahukah kamu kalau sebenarnya multitasking itu lebih banyak ruginya daripada manfaatnya?
Baca Juga: 10 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membuat Ingatan Jadi Menurun, Salah Satunya Multitasking
Multitasking membuat otak lelah
Penelitian menunjukkan bahwa mencoba mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu justru bisa menurunkan produktivitas sampai 40%.
Ini membuat kamu jadi lebih lambat, sering membuat keputusan yang salah, dan bahkan lebih stres.
Masalahnya bukan karena kamu “tidak cukup pintar” untuk multitasking, tetapi karena otak memang tidak dirancang untuk itu.
Otak manusia hanya bisa fokus penuh pada satu tugas kompleks dalam satu waktu.
Kalau dua aktivitas menggunakan bagian otak yang sama, misalnya membaca email sambil mendengarkan orang bicara, otomatis perhatian akan terbagi.