“Mbak, cerita kamu soal Paris seru banget, ya. Aku juga pernah ke Jogja tahun lalu dan ternyata seru juga staycation di sana…”
Kalau kamu tidak yakin mau mulai dari mana, bisa pakai kalimat pembuka seperti ini:
Baca Juga: 21 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Tahun 2025, Catat Jadwal dan Caranya!
“Mas Andi, boleh aku potong sebentar? Aku ada ide yang ingin aku share juga…”
Jadi, memotong pembicaraan itu tujuannya bukan sembarangan, melainkan agar obrolan tetap dua arah, bukan cuma satu orang yang terus bicara.
Mengapa ada orang yang suka bicara?
Menurut psikolog Michelle C. Brooten-Brooks, ada banyak alasannya. Bisa karena orang tersebut ekstrovert, cemas, atau punya kepribadian yang suka mendominasi.
Dalam beberapa kasus, bisa juga karena kondisi seperti ADHD, autisme, atau gangguan kecemasan sosial.
Baca Juga: Suka Menangis Diam-diam di Kamar Mandi? Kamu Tak Sendirian. Ini Alasan Banyak Orang Melakukannya!
Namun, selama tidak ada masalah medis yang jadi penyebabnya, kamu tak perlu merasa bersalah untuk menyela.
Mereka yang terlalu banyak bicara itu kan, sebenarnya sedang mengambil waktu dan perhatian kamu tanpa izin.
Jadi, kamu berhak untuk mengatur ulang arah percakapan. Intinya, tetaplah bersikap sopan, tetapi bukan berarti kamu harus terus mengalah karena kamu juga punya hak untuk didengar.