Pejuangkantoran.com - Melamar kerja sekarang terasa makin rumit.
Kecerdasan buatan (AI) makin banyak dipakai dalam dunia kerja. Namun, di sisi lain, banyak perusahaan, termasuk perusahaan AI sendiri, malah melarang penggunaan teknologi ini saat melamar.
Contohnya, perusahaan di balik AI Claude, yaitu Anthropic, yang secara terang-terangan menulis di situs rekrutmennya: “Tolong jangan gunakan asisten AI selama proses lamaran.”
Alasannya karena mereka ingin membaca langsung dari kamu, tanpa bantuan mesin.
Mereka juga ingin tahu apa alasan pribadi kamu melamar dan seberapa baik kamu bisa berkomunikasi tanpa teknologi.
Namun, di tengah persaingan kerja yang ketat, menggunakan AI sering terasa seperti satu-satunya cara agar bisa bersaing.
Lief Larson, CEO Salesfolks, mengatakan bahwa banyak pencari kerja sekarang harus melamar ke banyak tempat sekaligus.
Baca Juga: Begini Peran AI Dalam Membuat Surat Lamaran Kerja, Serta Contoh-contoh Prompt Untuk Keperluan Itu
AI inilah yang bisa membantu mempercepat proses menulis CV dan surat lamaran, bahkan membuatnya terasa lebih personal dan rapi.
Lalu, mengapa banyak perusahaan tetap tidak suka?
Alasannya sederhana, yaitu karena perusahaan sedang mencari manusia, bukan hasil kerja mesin.
Surat lamaran dan CV yang ditulis dengan bantuan AI sering kali terasa terlalu halus, terlalu “sempurna”, atau malah terlalu umum.
Akibatnya, perusahaan sulit untuk mengenali siapa sebenarnya orang di balik lamaran itu.
Larson bilang, “Ketika kamu mulai menambahkan banyak lapisan teknologi dalam proses lamaran, kamu malah menjauh dari hubungan manusia yang seharusnya dibangun.”