Pejuangkantoran.com – Divergent thinking sangat dibutuhkan dalam bidang-bidang tertentu.
Misal, bidang desain dan seni, pemasaran dan periklanan, pengembangan produk dan teknologi, pendidikan dan pelatihan, bisnis dan manajemen, ilmu pengetahuan dan riset, serta konsultasi dan problem solving.
Ini karena bidang-bidang tersebut membutuhkan solusi yang tak hanya satu namun bisa dalam berbagai perspektif. Selain itu, bidang-bidang tersebut memerlukan inovasi-inovasi yang akan selalu dinamis dan fleksibel.
Penerapan pola pikir divergent thinking ini memang bertujuan menghasilkan banyak ide atau Solusi dari satu masalah atau pertanyaan tertentu. Artinya dibutuhkan daya imajinasi yang “liar” dan tak dibatasi.
Divergent thinking adalah keterampilan, dan ini bisa dilatih. Melatih divergent thinking bisa dilakukan dengan berbagai latihan sederhana maupun kebiasaan sehari-hari.
Intinya adalah membiasakan otak untuk mencari banyak kemungkinan, bukan hanya satu jawaban.
Berikut beberapa yang bisa kamu lakukan untuk melatih keterampilan divergent thinking-mu:
Latihan Kognitif
- Brainstorming bebas
- Ambil satu topik atau masalah, sebaiknya yang kamu hadapi sehari-hari dalam pekerjaan. Tulis sebanyak mungkin ide dalam 5–10 menit tanpa menilai benar-salah.
- Contoh: “Apa yang bisa dilakukan dengan ruang di sudut kantor yang tak terpakai?”
- SCAMPER Technique
- Substitue (ganti), Combine (gabung), Adapt (sesuaikan), Modify (ubah), Put to other use (pakai untuk hal lain), Eliminate (hapus), Reverse (balik).
- Latihan ini mendorong melihat objek atau masalah dari sudut berbeda.
- Misal, dengan pertanyaan soal sudut ruangan yang tak terpakai tadi, cobalah untuk memakai teknik ini dalam meentukan berbagai sudut pandang. Contoh: ruang sudut bisa di-modify menjadi pantry yang bisa menjadi tempat ngobrol santai. Atau, bisa saja ruanga tersebut dihilangkan dan dipakai untuk hal lain.
- Alternative Uses Test
- Ambil benda sederhana lalu cari sebanyak mungkin kegunaan selain fungsi utamanya.
- Misal sendok: fungsi utamanya untuk makan, fungsi lain bisa untuk menggali tanah, untuk mencongkel ban, untuk mengaduk semen, dan sebagainya.
Aktivitas Kreatif
- Mind mapping
- Dari satu kata atau masalah, kembangkan cabang ide tanpa batas.
- Misal, tidur dikembangkan idenya menjadi tidur di tenda, tidur memakai jas lengkap, tidur di atas meja makan, tidur di rooftop, tidur di dalam kardus bekas kulkas yang baru dibeli, dan sebagainya.
- Storytelling imajinatif
- Ambil gambar acak, lalu ciptakan cerita berbeda-beda darinya.
- Misal, kamu menemukan gambar seekor kucing yang dekil di dekat pasar. Kembangkangkan cerita bahwa kucing itu awalnya 5 bersaudara. Namun karena pembangunan pasar, ia lalu terpisah dari induknya dan saudara-saudaranya saat masih kecil. Ia tertinggal karena saat itu main sendirian, dan seterusnya.
- Improvisasi
- Lakukan permainan peran, menggambar bebas, atau menulis cerita spontan untuk melatih spontanitas ide.
Baca Juga: 6 Poin Cara Melatih Keterampilan Imajinasi Kamu Agar mampu Membuat Prompting Yang Berkelas
Kebiasaan Sehari-hari
- Bertanya "what if?"
- Biasakan menantang asumsi: “Bagaimana jika cara ini dibalik?”
- Paparan lintas disiplin
- Membaca buku di luar bidang, mencoba hobi baru, atau berdiskusi dengan orang dari latar berbeda.
- Jurnal ide harian
- Catat minimal 5 ide baru setiap hari, sekecil apa pun, untuk melatih kelancaran berpikir.
- Latihan bebas batas waktu
- Beri waktu untuk eksplorasi tanpa langsung mencari solusi final.
- Misal, kamu selalu tertinggal KRL setiap pagi saat berangkat kerja. Eksplorasi tanpa langsung menemukan solusi: ada tiga kendaraan di rumah, yaitu sepeda motor, sepeda, dan mobil. Punya teman sekantor yang rumahnya hanya beda 1 blok. Jadwal KRL terpagi adalah 1 jam sebelumnya. Ada nasi uduk enak di dekat stasiun. Dan sebagainya.
Lakukan secara rutin. Karena rutinitas akan membentuk pola dalam dirimu dan ini bisa membuatmu bisa berpikir cepat dalam melakukan divergent thinking.
Nah, silakan untuk mencoba melatih divergent thinking kamu. ***