kubikel

Berprestasi di Kantor Boleh, tapi Jangan Sampai Jadi Overachiever. Bikin Kamu Capek Sendiri!

Kamis, 18 September 2025 | 10:05 WIB
ilustrasi achievement
  1. Perfeksionis berlebihan

Menyelesaikan tugas saja belum cukup. Kamu bisa menghabiskan waktu berjam-jam mengutak-atik detail kecil atau memikirkan ulang email yang sangat singkat.

Keinginan untuk selalu sempurna membuat kamu takut dinilai salah. Akibatnya, stres jadi menumpuk dan manfaat kerja keras kamu terasa semakin kecil.

Baca Juga: Soal Kepsek SMPN 1 Prabumulih yang Dimutasi, Wali Kota dan Disdik Punya Dua Pendapat Berbeda

  1. Pekerjaan ikut pulang ke rumah

Setelah jam kerja selesai, pikiran kamu masih sibuk memikirkan presentasi atau deadline besok.

Bahkan saat akhir pekan kamu tetap mengecek email atau bekerja sedikit demi “unggul”.

Ini membuat batas antara kerja dan hidup pribadi jadi tidak jelas. Padahal, otak butuh waktu untuk benar-benar istirahat supaya kamu bisa kembali segar di hari kerja berikutnya.

  1. Enggan mendelegasikan tugas

Kamu tahu harus berbagi pekerjaan dengan orang lain, tetapi sulit rasanya mempercayakan tugas.

Takut hasilnya tidak sesuai standar membuat kamu memilih mengerjakan sendiri, walau pekerjaan menumpuk.

Sikap ini justru menghambat kamu untuk berkembang karena kehilangan waktu untuk fokus ke hal yang lebih penting.

Baca Juga: Zenith Partners Buka Lowongan Kerja Growth Associate, Hunter yang Aktif Mencari Prospek Baru

  1. Jadi tempat semua masalah datang

Rekan kerja tahu kamu bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah, dari urusan proyek sampai hal mendadak.

Walau menyenangkan bisa membantu, lama-lama kamu bisa kelelahan secara emosional karena menyerap beban orang lain di atas pekerjaan kamu sendiri.

Cara menghentikan siklus overachiever

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghentikannya.

- Belajar mengatakan tidak. Mengurangi beban kerja bukan berarti kamu malas, tetapi tanda kamu tahu batas kemampuan diri.

Halaman:

Tags

Terkini