4. “Apa yang biasanya terjadi kalau ada karyawan yang terlambat menyelesaikan tugas?”
Karyawan pasti pernah keliru atau keteteran. Pertanyaannya, apakah atasan akan marah-marah atau membantu mencari solusi? Dari sini kamu bisa menilai seberapa manusiawi mereka sebagai pemimpin.
5. “Kalau Bapak yang membuat kesalahan, bagaimana menyikapinya?”
Bos yang baik berani mengakui kesalahannya. Kalau jawabannya terlalu defensif atau menyalahkan keadaan, bisa jadi mereka tipe yang suka lempar batu sembunyi tangan.
Baca Juga: 7 Gerakan Dynamic Stretch yang Sangat Bermanfaat Kamu Lakukan Sebelum Bermain Padel
6. “Bagaimana Ibu menangani konflik antartim, atau jika konfliknya dengan Ibu?”
Jawaban mereka akan menunjukkan apakah mereka pemimpin yang dewasa atau justru pencipta masalah. Bos yang sukses bukan yang selalu menghindari konflik, tetapi yang bisa mengelola konflik dengan bijak.
7. “Menurut Ibu, bagaimana cara menjaga work-life balance?”
Pertimbangkan dengan matang kalau jawabannya “Saya lebih baik kerja dulu, liburan nanti”. Ini karena mereka kemungkinan besar tidak pengertian dan realistis sehingga tidak menghargai kehidupan pribadi karyawan.
Ingat, wawancara kerja bukan hanya tentang “apakah kamu layak bekerja di perusahaan itu”, tetapi juga “apakah mereka layak jadi tempatmu bekerja”.
Jadi, jangan ragu untuk bertanya pada calon atasan kamu. Itu bukan tanda kamu cerewet, tetapi justru tanda kamu tahu nilai diri kamu. Pemimpin dan perusahaan yang baik tahu hal itu.