kubikel

Employee Value Preposition Penting Bagi Perusahaan. Siapa Saja yang Bertanggung Jawab atas Hal Ini di Perusahaan?

Senin, 17 November 2025 | 15:03 WIB
Employee value preposistion tak hanya tanggung jawab segelintir divisi, namun semuanya sesuai dengan peran masing-masing. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Employe Value Preposition itu sangat penting. Ini adalah “janji surga” yang ditawarkan sebuah Perusahaan kepada karyawan sebagai imbalan atas keterlibatan, kinerja, dan kontribusi mereka.

Misal, gaji, tunjangan, fasiltas, peluang berkembang, budaya kerja, dan rasa dihargai adalah employee value preposition (EVP).

Tak hanya menarik bermanfaatn bagi karyawan dan menarik bagi calon karyawan, EVP juga bermanfaat bagi Perusahaan. Harvard Business Review pernah melakukan studi terkait dengan hal ini, seperti yang dikutip dalam artikel Your Employee Value Proposition di Medium.com.

Harvard Business Review menemukan bahwa perusahaan dengan EVP yang kuat memiliki tingkat pergantian karyawan 69% lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan dengan EVP yang lemah.

Selain itu, studi dari LinkedIn juga menemukan hal yang kurang lebih sama. Studi yang juga dikutip di artikel ini menemukan bahwa organisasi dengan EVP yang kuat memiliki tingkat pergantian karyawan 28% lebih rendah dibandingkan dengan organisasi dengan EVP yang lemah.

Baca Juga: Panduan Menentukan Perusahaan Incaran dengan Melihat EVP atau Janji Surga Perusahaan Tersebut

Melihat begitu pentingnya EVP, sejumlah Perusahaan menjadikan EVP bagian dalam pilar-pilar utama Perusahaan mereka. Siapa saja yang bertanggung jawab atas EVP ini di Perusahaan, berikut penjelasannya:

HR / Employer Branding Team

Fokus: Merancang dan menjaga konsistensi EVP
Tugas:

  • Melakukan riset internal, yaitu survei kepuasan, wawancara karyawan, analisis retensi.
  • Melakukan benchmark eksternal, yaitu bandingkan EVP dengan kompetitor di industry yang sama.
  • Menyusun EVP statement (pesan utama yang merepresentasikan nilai tukar perusahaan).
  • Menjabarkan EVP ke dalam materi komunikasi (brosur karier, website, media sosial, video).
  • Mengukur efektivitas EVP melalui tingkat retensi, engagement, brand perception, NPS karyawan.

Talent Acquisition (Rekrutmen)

Fokus: Menyampaikan EVP dalam seluruh pengalaman kandidat.
Tugas:

  • Menyusun deskripsi pekerjaan yang mencerminkan nilai dan budaya EVP.
  • Mengintegrasikan pesan EVP ke proses wawancara dan onboarding.
  • Menggunakan EVP untuk menarik kandidat sesuai fit culture.
  • Memantau candidate experience score untuk memastikan pesan EVP konsisten.

Baca Juga: Apa Manfaat dan Pentinganya Brand Value yang Tinggi Bagi Perusahaan? Siapa yang Bertanggung Jawab Untuk Itu?

Corporate Communications / Marketing

Fokus: Menyebarkan EVP sebagai bagian dari reputasi korporasi.
Tugas:

Halaman:

Tags

Terkini