- Perusahaan besar (misal, mengatasnamakan Gojek, BCA, Astra, dan sebagainya) tapi mengundang interview di kos, ruko kecil, kafe, atau hotel murah.
3. Cek Keaslian dengan Metode Paling Akurat
Langkah A: Googling 3 hal ini:
- Nama perusahaan dan “karir” yang disebutkan di lowongan;
- Nama HR / rekrutmen;
- Alamat kantor.
Kalau tidak menemukan jejak digital dari pencarianmu (Googling), waspada, kemungkinan besar penipuan!
Langkah B: Periksa posisi di website resmi
Perusahaan besar selalu memasang lowongan di situs resminya. Ciri khas web site resmi:
- careers.(nama perusahaan).com
- jobs.(nama perusahaan).com
Jika tidak ada di situs resmi, kemungkinan besar itu palsu dan penipuan.
Langkah C: Cek domain email
Gunakan:
- who.is
- dnslytics.com
Jika domain baru dibuat kurang dari 6 bulan lalu, waspada, ada kemungkinan itu palsu dan penipuan.
Baca Juga: Waspada Penipuan yang Meminta Klik Captcha Palsu 'I'm Not A Robot' di Iklan Web!
4. Red Flag Sinyal “Hampir Pasti Penipuan”
Contoh:
- Besar gaji yang ditawarkan, janggal: “Gaji 7–10 juta tanpa pengalaman.”
- Proses sangat cepat: “Anda langsung diterima.”
- Job desk berbeda dengan nama posisi: Disebutkan sebagai admin namun job desc-nya Admin tapi isinya packing barang.
- Wajib instal aplikasi tertentu: Sering dipakai untuk pengumpulan data atau scam investor model “kerja dari rumah klik-klik”.
- Kontrak kerja dikirim sangat awal: Tanpa
- . Banyak typo: Penipu jarang rapi membuat teks.
5. Modus Khusus Terbaru