1) Lowongan “kerja dari rumah” (WFA/WFH) payment-per-task
Contoh:
- klik-klik order di marketplace;
- input rating;
- posting review.
Modus ini paling banyak memakan korban, polanya:
- Memberi tugas kecil berbayar, agar korban percaya.
- Ketika korban percaya, tugas makin besar, namun diminta deposit jumlah tertentu.
- Deposit ini kemudian hilang, dan kontak kamu diblokir oleh penipu tersebut.
2) Mengaku sebagai “outsourcing partner resmi”
Mengaku sebagai outsourcing partner sebuah Perusahaan, namun perusahaan resmi tidak memiliki kerja sama.
3) PDF surat undangan interview palsu (template)
Surat undangan ini menggunakan kop perusahaan besar, tapi barcode/QR tidak bisa dipindai.
Baca Juga: Dijanjikan Gaji hingga Rp20 Juta per Bulan, 110 WNI Malah Jadi Korban Online Scam di Kamboja
6. Cara Memastikan Apakah Lowongan Tersebut Asli
- Kirim email ke HR resmi perusahaan
Contoh:
“Apakah lowongan ini memang milik perusahaan Anda?”
HR biasanya akan menjawab email seperti ini dengan cepat.
- Bandingkan dengan postingan LinkedIn resmi
Perusahaan sering memasang iklan lowongan yang sama di akun resminya.
- Tanyakan nomor surat resmi dan PIC rekrutmen
Bisanya penipu tidak bisa memberikan nomor dokumen yang valid.
Kesimpulan Praktis