Pejuangkantoran.com – Artificial intelligence sangat mungkin memberikan jawaban yang salah atau halusinasi. Halusinasi AI ini memang meyakinkan sehingga jika tidak kita lakukan crosscheck, maka kita bisa “tertipu” oleh AI.
Halusinasi ini bisa terjadi karena cara kerja Language Large Model (LLM) bukan dengan memahami fakta. LLM lebih pada prediksi kata berikutnya berdasarkan pola dalam data latih.
Tak seperti manusia, LLM itu sebenarnya sangat lurus berdasarkan data dan polanya yang bisa dia akses. LLM tidak memahami dunia sebagaimana manusia.
Oleh karena itu sangat penting untuk mendeteksi apakah jawaban AI tersebut “halu” atau tidak.
Berikut ini 10 cara mendeteksi apakah jawaban AI mengandung halusinasi atau tidak:
1. Cek apakah AI memberikan detail yang terlalu spesifik padahal tidak diminta
Halusinasi sering muncul sebagai:
- angka yang sangat presisi (misal “73,4%”);
- nama organisasi baru;
- judul jurnal lengkap padahal tidak terkenal.
Red flag: rincian “kelihatan keren” tapi tidak dapat diverifikasi.
Baca Juga: 4 Jenis Halusinasi Jawaban Artificial Intelligence atau AI yang Pantang Dipakai
2. Verifikasi fakta dasar (fact-check sederhana)
Tanyakan 3 hal:
- Apakah fakta itu benar secara umum?
- Apakah bisa diverifikasi dengan sumber kredibel?
- Apakah ada konsensus publik/ilmiah?
Jika tidak bisa diverifikasi, kemungkinan besar halusinasi.
3. Waspadai kutipan jurnal atau laporan yang tidak ada
AI sering mengarang: