Pejuangkantoran.com – Apa yang kamu rasakan ketika kamu sedang memberikan pendapat di sebuah percakapan (entah di sebuah rapat atau sedang berdiskusi dengan rekan lain), percakapanmu tidak dipotong sama sekali hingga selesai kamu sampaikan.
Rasanya senang bukan? Kamu merasa pendapat kamu dihargai oleh lawan bicara.
Sikap tidak memotong pembicaraan orang ini adalah salah satu bentuk micro behaviour.
Micro behaviour adalah perilaku-perilaku kecil, sering kali otomatis dan tidak disadari, yang dilakukan seseorang dalam interaksi sehari-hari.
Walaupun tampak sepele dan berlangsung singkat, micro behaviour dapat memberi sinyal kuat tentang sikap, niat, emosi, nilai, serta budaya seseorang atau sebuah organisasi.
Adapun karakteristik micro behaviour yang bisa dikenali, yaitu:
- Berskala kecil dan singkat
Terjadi dalam waktu cepat, misalnya cara menanggapi pesan, nada suara, atau gerak tubuh halus. - Sering tidak disadari pelakunya
Lebih kebiasaan atau refleks sosial yang tidak disadari pelaku. - Berulang dan konsisten
Dampaknya justru muncul dari pengulangan, bukan dari satu kejadian. - Bersifat komunikatif
Mengirimkan “pesan sosial” kepada orang lain, baik positif maupun negatif.
Baca Juga: Waspada Dengan Perilaku Menjatuhkan di Tempat Kerja. Kenali Tanda-Tandanya dan Cara Mengatasinya!
Micro behaviour ini sebenarnya sering kita jumpai sehari-hari yang tidak kita sadari. Misal:
- Dalam komunikasi lisan
- Menyela pembicaraan orang lain.
- Menghela napas sebelum menjawab pertanyaan.
- Nada suara yang nyinyir/meremehkan.
- Dalam komunikasi nonverbal
- Menghindari kontak mata.
- Anggukan kecil saat mendengarkan.
- Postur tubuh tertutup (melipat tangan, memalingkan badan).
- Dalam konteks digital
- Membaca pesan tetapi lama merespons.
- Memberi respons sangat singkat (“ok”, “ya”) secara konsisten.
- Tidak pernah memberi umpan balik pada pekerjaan rekan.
Micro behaviour memiliki peran yang sangat penting dalam dunia kerja. Tak jarang hal ini lebih menentukan daripada aturan formal atau kebijakan tertulis.
Dampaknya bersifat kumulatif dan langsung memengaruhi hubungan kerja, kinerja tim, serta budaya organisasi.
Dalam dunia kerja, micro behaviour bisa berpengaruh pada hal-hal berikut:
- Membentuk kepercayaan dan rasa aman psikologis
Kepercayaan di tempat kerja sering dibangun oleh perilaku kecil yang konsisten.
Contoh: