PejuangKantoran.com - Rasanya sudah kerja keras, lembur hampir setiap minggu, tetapi kok nggak naik-naik jabatan kita? Banyak orang yang ternyata mengalami hal yang sama. Ternyata, penyebabnya seringkali bukan karena kemampuan teknis, melainkan cara kita menghadapi stres di tempat kerja.
Stres memang tidak bisa dihindari. Survei dari Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) dan Lembaga Demografi UI (LD-UI) tahun 2024 menunjukkan, 73% pekerja Indonesia mengalami tekanan psikososial signifikan.
Sedangkan Work Stress Survey tahun 2013 yang digelar Harris Interactive atas nama Everest College menunjukkan, 83% pekerja di Amerika Serikat mengalami stres terkait pekerjaan.
Baca Juga: Perlukah Chief Productivity Officer, Jabatan Baru yang Menggabungkan HR dan IT dalam Manajemen HR?
Angka-angka ini mungkin berbeda di tiap negara atau industri, tetapi satu hal pasti: stres kerja adalah masalah umum. Yang sering luput disadari, cara kita mengatasi stres justru bisa menghambat perkembangan karier.
Berikut enam cara menghadapi stres yang tampak sepele, tetapi diam-diam bikin jabatan nggak naik-naik:
1. Kesulitan berkomunikasi saat stres
Ketika emosi memuncak, kita cenderung salah memilih kata atau salah menafsirkan maksud orang lain. Di kantor, komunikasi yang tidak jelas atau bernada defensif bisa menimbulkan kesalahpahaman dan membuat rekan kerja maupun atasan ragu pada profesionalisme kita.
2. Bereaksi berlebihan atau justru menutup diri
Ada orang yang meluapkan stres dengan marah-marah, ada pula yang memilih diam dan menarik diri. Keduanya sama-sama tidak efektif.
Baca Juga: Michelle Ziudith Kapok Main Film Horor Kelar Main di Film Horor Pertamanya, 'Alas Roban'
Reaksi berlebihan bisa merusak hubungan kerja, sementara menahan perasaan terus-menerus membuat kita terjebak dalam situasi yang sama tanpa solusi.
3. Bergantung pada rokok, alkohol, atau zat lain untuk menenangkan diri
Memang awal-awalnya membantu, tetapi dalam jangka panjang kebiasaan ini berdampak buruk pada kinerja, kesehatan, dan fokus kerja. Tidak sedikit karier yang melambat karena masalah ini.
4. Membiarkan amarah berubah menjadi perilaku agresif