Pejuangkantoran.com – Presenteeism itu beda dari malas, meskipun sama-sama menunjukkan adanya penurunan produktivitas.
Secara umum, presenteeism itu ditunjukkan dengan kehadiran karyawan (baik secara online maupun offline) namun tidak ada perkembangan kerja. Karyawan terlihat bekerja full time namun progresnya minim.
Meskipun terlihat niat bekerja, karyawan yang mengalami presenteeism itu terlihat menurun energinya dan terihat kelelahan.
Sementara seorang yang malas, produktivitasnya menurun karena memang niat bekerja rendah meskipun energi ada. Jam kerja minim walaupun tidak menunjukkan kelelahan.
Sebagai seorang manajer, kamu wajib dan harus bisa membedakan hal ini.
Berikut ini kerangka kerja praktis bagi seorang manajer untuk mendeteksi dan menangani presenteeism. Kerangka kerja ini disusun end-to-end dan runut, mulai mengenali, mendiagnosis, mengatasi, dan mencegah berulang.
Kerangka ini realistis untuk level manajerial (bukan klinis) dan dapat diterapkan di tim operasional maupun profesional.
Tahap Mengenali (Early Recognition)
Tujuan manajer: mendeteksi presenteeism sedini mungkin sebelum menjadi burnout atau turnover.
Sinyal yang perlu diperhatikan oleh manajer yang harus peka terhadap pola, bukan kejadian tunggal:
- Jam kerja panjang, tetapi progres kecil.
- Kualitas output menurun tanpa perubahan kompetensi.
- Energi rendah, fokus pendek, banyak kesalahan kecil.
- Hadir terus, tetapi partisipasi menurun.
- Jarang cuti, tetapi sering terlihat lelah.
Prinsip penting: Presenteeism sering muncul pada karyawan yang bertanggung jawab dan berkomitmen tinggi, bukan yang malas.
Tahap Mendiagnosis (Managerial Diagnosis)
Artikel Terkait
Waspada, Turnover Karyawan Bisa Diprediksi dari Tanda-tanda Awal Seperti Ini
82% Pekerja Mengaku Mengalami Burnout, Ternyata Penyebabnya Karena Tekanan Bekerja dan Merawat Keluarga
Firefighter Boss yang Bikin Karyawan Burnout, Baru Terlihat 'Kerja' kalau Lagi Ada Krisis
Kelelahan karena Beban Kerja Tambahan Bisa Membuat Kamu Merasakan Citizenship Fatigue, Apa Itu?
7 Green Flags atau Sinyal Positif dari Rekan Kerja yang Bisa Kamu Jadikan Partner yang Aman dan Produktif
5 Cara Praktis Menjaga Produktivitas Tinggi yang Konsisten di Tempat Kerja Tanpa Harus Lembur