Pejuangkantoran.com – Bestie-an di kantor itu perlu, yang penting kamu bisa menjaganya agar tetap positif. “Bestie-an” atau friendship circle yang positif jelas membawa dampak yang baik bagi dirimu, rekan kerjamu, dan kantor.
Bestie-an yang positif bisa mengurangi stres kerja, meningkatkan rasa aman, sumber informasi tentang dinamika kantor, fast response untuk urusan bantu-membantu, yang pasti ketegangan di kantor bisa cair karena empati dan “guyonan” internal kalian.
Sudah pasti, selain menjaganya tetap positif, kamu juga harus menjauhkannya dari menjadi penyebab hal-hal negatif. Misal, “bestie-an” kamu menjadi klik (clique) yang menjadikan adanya “orang dalam vs orang luar”. Atau penilaian kerja menjadi tidak objektif hanya karena kalian “bestie-an”. Dan sebagainya.
Berikut ini indikator yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui apakah “bestie-an” kamu sehat atau justru sebaliknya, toxic:
Indikator Beastie-an Sehat
1. Sikap terhadap orang di luar circle
- Terbuka berinteraksi dengan rekan non-anggota;
- Tidak memonopoli informasi atau akses;
- Tetap profesional kepada semua pihak.
Pertanyaan uji:
Apakah anggota circle tetap kooperatif dan sopan kepada siapa pun, bahkan yang “tidak satu frekuensi”? Jika ya, itu sinyal sehat.
Baca Juga: Bestie-an di Kantor Itu Wajar, Namun Jangan Jadikan Beastie, ya!
2. Pola komunikasi internal
- Diskusi langsung, tidak berlapis gossip;
- Kritik disampaikan ke orangnya, bukan ke belakang;
- Humor tidak merendahkan individu atau kelompok lain.
Red flag awal: terlalu sering “curhat” tentang orang yang tidak hadir.
3. Hubungan dengan kinerja
- Kerja tetap berbasis target dan tanggung jawab;
- Tidak saling “back up” kesalahan secara tidak profesional;
- Prestasi individu tetap diakui, bukan hanya anggota circle.
Circle sehat tidak mengorbankan standar kerja demi solidaritas.
4. Dinamika kekuasaan