- Tidak ada satu figur dominan yang mengatur narasi;
- Anggota bebas berbeda pendapat;
- Tidak ada ancaman sosial (dikucilkan, didiamkan).
Jika orang bisa “tidak setuju tanpa dihukum”, itu sehat.
Indikator Bestie-an Toxic
1. Eksklusivitas ekstrem
- Makan, rapat informal, atau diskusi penting hanya di lingkaran tertentu;
- Bahasa “kita” vs “mereka” sering muncul.
Ini adalah fondasi klik destruktif.
2. Gosip sistematis
- Nama orang tertentu muncul berulang sebagai bahan pembicaraan;
- Gosip sering dibungkus sebagai “sharing”, “perhatian”, atau “cuma info”.
Jika gosip adalah mata uang sosial, circle sudah menjadi toxic.
3. Loyalitas di atas profesionalisme
- Anggota saling melindungi walau jelas salah;
- Kritik dari luar dianggap serangan pribadi.
Ini berbahaya bagi organisasi dan karier individu.
Baca Juga: Jangan Remehkan Bestie di Tempat Kerja, Mereka yang Membantu Kamu Menghindari Burnout!
4. Kontrol sosial terselubung
- Tekanan untuk ikut opini mayoritas;
- Silent treatment atau “didiemin” bagi yang berbeda sikap;
- Informasi penting “ditahan” sebagai hukuman sosial.
Inilah ciri-ciri toxic power.
5. Ketergantungan emosional
- Sulit mengambil keputusan tanpa restu circle;
- Rasa cemas jika tidak ikut aktivitas sosial mereka.
Jika circle menentukan rasa aman kamu di kantor, itu sudah tidak sehat.
So, tetap “bestie-an” yang sehat, ya. Jaga bestie-an kamu dari menjadi beastie!
Kamu harus berani mengingatkan sebagai “bestie”. Namun jika tidak bisa, ada baiknya secara perlahan kamu melepaskan diri dari “beastie” ini. ***