Indikator yang Bisa Kamu Pakai Untuk Mengetahui Apakah Bestie-an Kamu Beastie Atau Tidak

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 20 Januari 2026 | 14:30 WIB
Salah satu indikasi bahwa bestie-an kamu itu toxic adalah menggosip dengan menyebutnya sebagai  (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Salah satu indikasi bahwa bestie-an kamu itu toxic adalah menggosip dengan menyebutnya sebagai (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comBestie-an di kantor itu perlu, yang penting kamu bisa menjaganya agar tetap positif. “Bestie-an” atau friendship circle yang positif jelas membawa dampak yang baik bagi dirimu, rekan kerjamu, dan kantor.

Bestie-an yang positif bisa mengurangi stres kerja, meningkatkan rasa aman, sumber informasi tentang dinamika kantor, fast response untuk urusan bantu-membantu, yang pasti ketegangan di kantor bisa cair karena empati dan “guyonan” internal kalian.

Sudah pasti, selain menjaganya tetap positif, kamu juga harus menjauhkannya dari menjadi penyebab hal-hal negatif. Misal, “bestie-an” kamu menjadi klik (clique) yang menjadikan adanya “orang dalam vs orang luar”. Atau penilaian kerja menjadi tidak objektif hanya karena kalian “bestie-an”. Dan sebagainya.

Berikut ini indikator yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui apakah “bestie-an” kamu sehat atau justru sebaliknya, toxic:

Indikator Beastie-an Sehat

1. Sikap terhadap orang di luar circle

  • Terbuka berinteraksi dengan rekan non-anggota;
  • Tidak memonopoli informasi atau akses;
  • Tetap profesional kepada semua pihak.

Pertanyaan uji:

Apakah anggota circle tetap kooperatif dan sopan kepada siapa pun, bahkan yang “tidak satu frekuensi”? Jika ya, itu sinyal sehat.

Baca Juga: Bestie-an di Kantor Itu Wajar, Namun Jangan Jadikan Beastie, ya!

2. Pola komunikasi internal

  • Diskusi langsung, tidak berlapis gossip;
  • Kritik disampaikan ke orangnya, bukan ke belakang;
  • Humor tidak merendahkan individu atau kelompok lain.

Red flag awal: terlalu sering “curhat” tentang orang yang tidak hadir.

3. Hubungan dengan kinerja

  • Kerja tetap berbasis target dan tanggung jawab;
  • Tidak saling “back up” kesalahan secara tidak profesional;
  • Prestasi individu tetap diakui, bukan hanya anggota circle.

Circle sehat tidak mengorbankan standar kerja demi solidaritas.

4. Dinamika kekuasaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: verywellmind.com, Berbagai Sumber, articlegateway.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X