PejuangKantoran.com - Siapa yang kalau lagi masuk kafe atau kedai kopi otomatis langsung nanya ke waiter-nya, “WiFi-nya apa, Kak?”. Nah, sekarang coba pikir-pikir lagi kalau kamu punya kebiasaan tersebut.
Memang, numpang WiFi gratis di tempat umum itu jadi solusi praktis ketika kamu punya fasilitas Work from Anywhere dari kantor. Kamu jadi bisa menghemat kuota internet, dan terutama sangat membantu kalau koneksi mobile data kamu lagi lemot.
Meski begitu, ada hal lain yang perlu kamu pertimbangkan, yaitu soal risiko keamanan data yang mungkin tidak kamu duga sebelumnya. Misalnya, saat kamu melakukan transaksi melalui mobile banking, atau mengakses email kantor.
Baca Juga: 77% Karyawan Hybrid Mengaku Bekerja Melebihi Jam Kerja, Terutama untuk Membalas Email
Saat itulah WiFi umum bisa menimbulkan ancaman serius terhadap data penting kamu. Pasalnya, WiFi publik sifatnya terbuka dan bisa diakses siapa saja. Inilah yang kemudian dipakai oleh peretas untuk mencuri password media sosial, informasi perbankan, email, atau data perusahaan.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa saja risiko memakai jaringan WiFi umum? Berikut beberapa di antaranya, seperti dihimpun Telkom University dan BCA.co.id:
Serangan Man-in-the-Middle. Salah satu ancaman paling umum adalah serangan Man-in-the-Middle (MitM). Di sini, hacker memposisikan diri mereka di antara perangkat kita dan jaringan internet.
Sebagai perantara yang tidak terlihat, mereka bisa menyadap komunikasi data tanpa kita sadari. Jadi, bahaya banget kalau kamu log in ke akun bank atau email, karena peretas bisa langsung mendapatkan akses ke data tersebut.
Evil Twin atau jaringan WiFi palsu. Melalui Evil Twin, peretas akan membuat jaringan dengan nama yang sangat mirip dengan tempat umum tersebut. Misalnya, kamu berada di kafe dengan nama jaringan “KedaiKopi”. Mereka pun membuat jaringan sendiri dengan nama "KedaiKopi_Free".
Sebagai pengguna, kamu pasti tidak akan curiga dan akan langsung berusaha terkoneksi dengan jaringan WiFi palsu itu. Hal itu akan memberikan akses kepada peretas untuk memantau aktivitas online kamu, bahkan mencuri kredensial log in.
Baca Juga: Cari Side Job? Nih, Penyedia Tur Planetwonk Buka Lowongan Kerja Political Tour Guide
Pencurian data (packet sniffing). WiFi publik sering menggunakan enkripsi yang lemah atau bahkan tanpa enkripsi sama sekali. Kondisi ini memungkinkan peretas menggunakan alat packet sniffing untuk menangkap lalu lintas data yang melewati jaringan tersebut.
Melalui alat ini, hacker bisa melihat apa pun yang kamu kirim atau terima, terutama kalau kamu mengakses situs yang tidak menggunakan protokol keamanan HTTPS. Informasi seperti log in, password, kontak, foto, hingga kredensial perbankan bisa tersebar dengan cara ini.
Penyebaran malware. Peretas juga bisa memakai WiFi umum untuk menyebarkan malware melalui situs web atau berkas yang kamu unduh. Begitu perangkat terinfeksi, malware tersebut bisa mengambil alih device kamu, mencuri data pribadi, atau memata-matai aktivitas kamu secara diam-diam.
Risiko ini jauh lebih besar kalau device kamu menyimpan dokumen bisnis atau informasi finansial yang penting.