Pejuangkantoran.com – Ketika kamu ikut program magang, kemungkinan besar kamu akan banyak belajar hal-hal praktis secara cepat, karena program ini emmang dibatasi waktu.
Dalam waktu yang pendek, pemagang biasanya butuh pembelajaran tentang praktik nyata dari teori-teori yang dipelajari di bangku kuliah.
Untuk itu, biasanya pemberi magang melalui mentor, akan memberikan pelajaran dalam metode microlearning.
Microlearning, seperti yang disampaikan di techtarget,com, adalah strategi pembelajaran yang berfokus pada pembelajaran informasi baru dalam unit-unit kecil.
Kamu sebagai peserta magang akan mendapatkan modul singkat yang, fokus pada satu kompetensi spesifik. Bentuknya bisa video pendek (5 – 15 menit), infografik, kuis interaktif, atau simulasi ringan.
Bentuk modul itu memang membuat pemagang menjadi lebih tertarik dan mudah memahami topik dalam waktu singkat. Tentu saja ini sangat sesuai dengan kamu sebagai Gen Z dengan yang sangat terbiasa dengan video pendek ala Tik Tok atau Reels.
Tak hanya untk hard skill, microlearning juga cocok untuk soft skill. Misal, untuk hard skill: tutorial Excel pivot table, dasar-dasar editing konten , dan sebagainya. Sedangkan yang soft skill misal: cara menyampaikan laporan pendek, etika komunikasi email, dan sebagainya.
Baca Juga: Kalau Kamu Menjadi Mentor Anak Magang. Gunakan Metode Microlearning Untuk Mengajari Mereka
Manfaat Microlearning Bagi Pemagang
Manfaat microlearning seperti ini bagi pserta magang adalah:
- Beradaptasi lebih cepat terhadap lingkungan kerja.
Pada prinsipnya pemagang adalah orang yang sedang belajar. Ada budaya baru yaitu budaya kerja yang mungkin selama ini belum kamu dapatkan. Misal, tools kerja yang belum pernah kamu pakai, SOP yang belum pernah kamu jalani.
Microlearning memungkinkan kamu sebagai peserta magang belajar secara bertahap, yaitu satu topik satu keterampilan, modul bisa kamu akses sebelum dan sesudah kerja, dan yang pasti tidak mengganggu produktivitas utama.
- Mengurangi cognitive overload
Begitu masuk dalam dunia kerja yang nyata, pemagang umumnya akan mendapatkan banyak informasi tentang dunia kerja dan praktiknya. Pemagang sering mengalami information overload di pekan pertama.
Oleh karena itu microlearning memecah informasi-informasi tersebut menjadi beberapa unit kecil. Dengan unit-unit informasi yang kecil ini memudahkan pemagang untuk memahami tugas dan praktiknya, bukan sekadar teori.
Artikel Terkait
Peraturan Yang Harus Diketahui Pemagang Agar Paham Hak dan Kewajiban Selama Magang
Mulai Oktober, Fresh Graduate Bisa Langsung Kerja! Seskab Teddy dan Menaker Siapkan Program Magang Nasional Bergaji
Universitas Pelita Harapan (UPH) Buka Lowongan School Relation Staff , Fresh Graduate Boleh Melamar
Fresh Graduate Wajib Paham, 6 Poin Alasan Penting CV Magang Harus Berbeda dari CV Umum
Lowongan Program Magang Reguler Periode I 2026 Kemenkeu Kembali Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
Buat Fresh Graduate, Nih Lowongan Kerja Creative Studio Assistant di Howel and Co Indonesia!