Pasar ghostwriter pada tahun 2025 tercatat 1,2 juta Dolar AS dan di ahun 2033 diprediksi mencapai 2,2 juta Dollar AS.
Permintaan tertinggi tercatat ada di Amerika Utara. Permintaan ini datang dari penulis, eksekutif bisnis, content creator, serta platform digital publishing dan self-publishing.
Sementara di Asia-Pacific, pasar yang berkembang cepat ada di China, Asia Selatan, dan India. Umumnya tuntutan ghostwriter yang fasih dalam bahasa Inggris.
Permintaan bantuan dari ghostwriter ini biasanya karena terkait dengan waktu dan kapasitas klien. Tak sedikit tokoh profesional atau pebisnis yang tidak punya waktu untuk menulis sendiri.
Selain itu meningkatnya platform self-publishing juga mendorong publisher memakai ghostwriter dalam mengelola proses kreatif secara profesional.
Dan yang tidak bisa diabaikan adalah persaingan konten online yang sangat-sangat ketat. Bisnis dan brand merasa perlu konten yang konsisten dan profesional untuk menarik audiens
Segmen Apa Saja yang Membutuhkan?
Ada sejumlah segmen pasar yang membutuhkan peran ghostwriter, yaitu:
Baca Juga: Kisah 'Sengkolo Petaka Satu Suro' Diilhami Pengalaman Penulis yang Diganggu Kuntilanak saat Hamil
- Penulisan Buku dan Memoar
Banyak penulis, influencers, pelaku bisnis menyewa ghostwriter untuk menulis buku memoir, bisnis, motivasi, atau self-help. Umumnya mereka ingin punya buku tanpa harus menulis semuanya sendiri.
- Konten Korporat dan Thought Leadership
Banyak eksekutif dan pemimpin organisasi menggunakan ghostwriter untuk menulis artikel opini di media besar, blog pribadi, white papers (panduan/dokumen resmi Perusahaan/organisasi), atau keynote speeches.
Ghostwriter membantu mereka mempertahankan personal brand dan kredibilitas di hadapan audiens profesional.
- Penulisan Digital/SEO
Strategi konten digital, seperti blog, artikel SEO, konten web site, atau newsletter perusahaan juga sering membutuhkan ghostwriter. Pasar ini tumbuh seiring peningkatan kebutuhan brand untuk tampil online.
- Penulisan Akademik & Profesional
Di beberapa pasar termasuk Indonesia, ada permintaan untuk ghostwriting tugas akademik (makalah, tesis, disertasi), meskipun secara etika ini kontroversial.
***