Creation: Mengembangkan konten seperti blog, video, atau landing page yang disesuaikan dengan target audiens kamu.
Discovery: Calon prospek menemukan produk atau jasa kamu melalui konten yang kamu promosikan melalui SEO, media sosial, atau Instagram/Facebook ads.
Action: Calon prospek menanggapi ajakan bertindak (CTA) kamu, misalnya dengan mengklik tombol "daftar" atau mengklik tautan landing page yang kamu sertakan.
Submission: Calon prospek biasanya akan memasukkan alamat email sebagai imbalan atas eBook atau akses webinar yang kamu tawarkan, dan biasanya untuk menyatakan kesediaan menerima upaya pemasaran dari perusahaan kamu.
Nurturing: Setelah calon prospek memilih untuk menerima informasi selanjutnya, kamu bisa memulai rangkaian konten yang bernilai untuk mendorong mereka membeli produk atau jasa kamu.
Kamu bisa memulai dari yang kecil, seperti membuat satu landing page atau posting rutin di medsos. Lama-lama, lead bakal mengalir deras.
Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dihindari pada Tahun Kuda Api, Salah Satunya Mengambil Keputusan Impulsif
Apakah ini menguntungkan?
Pasti! Sistem lead generation yang bagus akan membuat bisnis tumbuh dengan cepat. Kamu bisa mendapat exposure lebih luas, menarik prospek yang cocok, dan mengarahkan mereka untuk melakukan pembelian tanpa ribet.
Bonusnya, follower medsos naik, daftar email makin banyak, review pelanggan bertambah, dan akhirnya revenue meningkat. Waktu luang pun jadi lebih banyak buat memikirkan ide bisnis baru.
Dengan demikian, skill untuk mendapatkan pelanggan ini bisa jadi karir yang menjanjikan. Kamu bisa bekerja sebagai spesialis lead gen, inside sales, atau sales rep. Kalau sudah begitu, jadi pede bangun bisnis sendiri!