Brisk Walk vs Japanese Walking, Mana yang Lebih Baik Dilakukan Saat Puasa?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 23 Februari 2026 | 11:42 WIB
japanese walking atau brisk walk yang lebih tepat dilakukan saat puasa? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
japanese walking atau brisk walk yang lebih tepat dilakukan saat puasa? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkatoran.comOlah raga jalan kaki adalah salah satu olah raga yang bisa dibilang paling mudah dan murah  yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

Jalan kaki tidak memerlukan alat khusus, kecuali pakaian dan alas kaki yang nyaman. Jalan kaki juga tidak perlu waktu khusus, bisa kamu barengkan saat berangkat dan pulang kerja.

Manfaatnya juga banyak. Misal, menurut American College of Cardiology, jalan kaki bisa menurunkan tekanan darah sistolik. tekanan darah sistolik yang tinggi adalah penyebab darah tinggi.

Sementara itu, menurut sebuah penelitian dari The New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa jalan kaki dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 30%.

Selain itu, jalan kaki juga bisa meningkatkan imun tubuh, efektif membakar kalori, hingga bisa memperbaiki suasana hati karena tubuh mengeluarkan hormon endorphin yang bisa mengurangi rasa cemas dan depresi.

Saat ini olah raga jalan kaki yang sering dipraktikkan oleh umum adalah brisk walk dan Japanese walking.

Baca Juga: Ingin Menurunkan Berat Badan Lebih Efektif? Lakukan Japanese Walking yang Sudah Terbukti Efektif dan Mudah

Brisk walk adalah jalan cepat dengan tempo konstan, biasanya dengan kecepatan 5–7 km/jam (atau sampai napas terasa lebih cepat tetapi masih bisa berbicara dalam kalimat pendek).

Sedangkan Japanese walking adalah metode jalan kaki terstruktur yang dikembangkan di Jepang sebagai bentuk latihan fisik yang low impact dan mudah dilakukan.

Karakteristik Brisk Walk

Secara umum, brisk walk dilakukan dengan intensitas sedang. Denyut jantung kamu akan terekam di kisaran 60-75% detak jantung (heart rate) maksimum.

Pola jalannya dengan tempo yang stabil tanpa interval. Umunya dilakukan dalam durasi 20-45 menit terus-menerus.

Jenis jalan kaki ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aerobik dasar atau gampangnya kemampuan tubuh untuk tidak cepat lelah saat melakukan aktivitas cukup lama. Lalu membakar kalori dan lemak.

Meningkatkan sensivitas insulin yang menjadikan tubuh lebih peka terhadap insulin sehingga gula darah tidak mudah naik tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X