PejuangKantoran.com - Menjadi pilot komersial adalah salah satu impian banyak orang. Siapa yang nggak ingin tampil berseragam yang memberi kesan gagah, bisa terbang ke berbagai negara, belum lagi gajinya yang cukup tinggi.
Namun dengan gaji dan pengalaman yang didapatkan, ada fakta yang harus dihadapi sebelum kamu bisa duduk di kokpit pesawat, yaitu biaya sekolahnya yang juga tinggi.
Buat yang lagi berangan-angan jadi pilot, pasti penasaran berapa sebenarnya biaya sekolah pilot? Jawabannya tidak selalu bisa dipukul rata, karena sangat bergantung pada lokasi, jenis program, jenis pesawat yang digunakan, hingga seberapa cepat siswa bisa menyelesaikan jam terbangnya.
Kalau kamu ingin tahu apa saja yang mesti disiapkan, berikut rincian biaya dan tahapan yang harus dilalui untuk menjadi pilot profesional.
Seleksi awal
Yang pertama kamu harus lolos seleksi awal, yaitu lulusan SMA/SMK (terutama jurusan IPA), lulus tes kesehatan penerbangan, dan fasih berbahasa Inggris.
Kemudian kamu mendaftar di sekolah pilot seperti Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, atau sekolah swasta seperti Bali International Flight Academy, Deraya Flying School, Flybest Flight Academy, dan sebagainya.
Di sini kamu belajar teori penerbangan, navigasi, meteorologi, komunikasi radio, latihan simulator, hingga latihan terbang langsung. Lama pendidikan antara 16-24 bulan.
Perkiraan biayanya berapa?
Baca Juga: 5 Keuntungan Bekerja di Perusahaan Kecil yang Bisa Jadi Lompatan Besar buat Karier Kamu
Politeknik Penerbangan Indonesia (Curug): Rp65-88 juta
Bali International Flight Academy (Bali): Rp985 juta
Deraya Flying School (Jakarta): $81.500
Perkasa Flying School (Cilacap/Cirebon/Pangandaran): Rp916 juta
Flybest Flight Academy (BSD): Rp1 miliar
Bandung Pilot Academy: Rp850 juta
Genesa Flight Academy (Cilacap): $66.500
Aero Flyer Institute (Tangerang): Rp882 juta
Tahapan sertifikasi
Kebanyakan pilot profesional mengikuti langkah-langkah sertifikasi yang diatur oleh otoritas penerbangan (seperti FAA di Amerika Serikat atau Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di bawah Kementerian Perhubungan di Indonesia).
Setiap tahap punya biaya dan kebutuhan jam terbang masing-masing.