Menjilat Atasan, Salah Satu dari 8 Kesalahan yang Sering Terjadi Ketika Kamu Mempraktikkan Managing Up

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 12 Maret 2026 | 14:15 WIB
Salah satu kesalahan dalam managing up adalah selalu memuji atasan, terkesan menjilat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Salah satu kesalahan dalam managing up adalah selalu memuji atasan, terkesan menjilat. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comManaging up atau keterampilan mengelola hubungan kerja dengan atasan secara proaktif dengan tujuan agar komunikasi, ekspektasi, dan hasil kerja berjalan lebih efektif penting untuk dipraktikkan di perusahaan atau organisasi.

Ada sejumlah manfaat jika kamu mempraktikkan hal ini di kantor, yaitu bisa membuat komunikasi lebih efektif, atasan bisa membuat keputusan lebih cepat, berkurangnya  konflik kerja berkurang, membuat atas meningkat rasa percaya kepadamu.

Tak hanya itu, praktik ini juga bisa mendorong kinerja tim lebih baik, lebih mudah mencapai target organisasi, dan bisa membuka peluang kariermu.

Namun, dalam menerapkan managing up, kamu harus berhati-hati. Alih-alih kamu dan perusahaan bisa mendapatkan manfaat-manfaat di atas, jika kamu melakukan kesalahan-kesalahan berikut justru berakibat sebaliknya.

Kesalahan-kesalahan yang umum terjadi dalam mempraktikkan managing up di kantor adalah:

  1. Terlihat seperti “menjilat” atasan

Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Ciri-cirinya selalu setuju dengan atasan dan terlalu sering memuji tanpa substansi. Pokoknya asal bapak senang  alias ABS. Selain itu, selalu berusaha mencari perhatian pribadi.

Atasan dan rekan kerja bisa melihatnya sebagai ketidakjujuran atau kepentingan pribadi, bukan profesionalisme.

Baca Juga: 8 Tips Praktis Sehari-hari Agar Managing Up Kepada Atasan Kamu Efektif dan Lancar

  1. Terlalu sering melapor hal kecil

Managing up bukan berarti melaporkan semua hal, termasuk hal-hal kecil yang tidak perlu. Misal, kamu meng-update pekerjaan terlalu sering, seperti minum obat, pagi-siang-sore. Hal-hal yang terlalu detail dan tidak penting kamu update juga.

Hal ini bisa membuat atasan kelebihan informasi (information overload), dan itu menambah beban dan merepotkan atasan.

Cukup laporkan hal-hal strategis dan yang membutuhkan keputusan.

  1. Membawa masalah tanpa solusi

Tanpa disadari, terkadang pegawai datang ke atasan hanya membawa keluhan. Misal, mengeluhkan proyek yang bermasalah, tim lain yang tidak kooperatif, dan sebagainya.

Atasan itu sudah punya beban tanggung jawab yang lebih besar dan lebih strategis. Jadi ketika kamu datang ke atas seperti itu, bisa membuatnya naik pitam, minimal jadi tidak percaya kepadamu.

Jika memang datang membawa permasalahan, alangkah lebih baiknya jika kamu jelaskan masalahnya dan usulan beberapa opsi solusi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X