PejuangKantoran.com - Ketika banyak perusahaan melakukan layoff atau PHK massal, mencari pekerjaan baru pasti sulit karena tingginya persaingan. Tapi yang nggak banyak orang tahu, dari sisi rekruter ternyata juga sulit cari karyawan baru!
Tim HR tentunya ditekan untuk mengisi posisi yang kosong dengan orang yang punya keahlian, pengalaman, serta kepribadian yang pas. Tapi, jujur saja, ini bukan tugas yang gampang. Cari karyawan baru sekarang ini justru makin sulit gara-gara fenomena kurangnya tenaga kerja.
Sebagai gambaran, pada Juli 2023 di Amerika Serikat saja, ada lebih dari 9,8 juta lowongan kerja, tapi pencari kerjanya cuma ada kurang dari 6 juta orang. Artinya, sekarang para perekrut (HR) harus benar-benar memutar otak untuk mengatasi masalah rekrutmen ini.
Baca Juga: Pariwisata Indonesia Terdampak Konflik di Timur Tengah, Manfaatkan Libur Lebaran dan Revenge Travel
Kenapa sih cari karyawan baru sekarang susah banget?
Tim HR pasti selalu memikirkan cara mendapatkan kandidat yang berkualitas, ekspektasi gajinya masuk di budget perusahaan, dan betah kerja. Tapi, perubahan ekonomi dan tren tenaga kerja belakangan ini bikin proses yang tadinya sudah rumit jadi makin sulit lagi.
Tantangan saat rekrutmen
Seperti yang disebut tadi, pasar kerja saat ini sedang mengalami kelangkaan tenaga kerja. Hal ini nggak cuma karena perubahan jumlah penduduk, tapi juga karena pergeseran minat karier dan jenis keahlian yang dibutuhkan di dunia modern.
Ditambah lagi, pandemi COVID-19 bikin banyak orang mengevaluasi ulang jalur hidup mereka. Banyak yang akhirnya lebih memilih pekerjaan yang fleksibel dan mementingkan keseimbangan antara hidup dan kerja (work-life balance).
Meskipun tantangan setiap perusahaan berbeda-beda tergantung industri dan skalanya, ada tujuh tantangan saat rekrutmen yang sering dihadapi rekruter:
Baca Juga: Apa Isi Goodie Bag Academy Awards Senilai Rp5,5 Miliar yang Dibagikan untuk Para Nominee?
Susah cari kandidat yang pas. Menemukan kandidat yang punya skill mumpuni, jadwal yang cocok, dan bisa nyambung dengan budaya perusahaan itu nggak mudah.
Karyawan nggak betah. Tingkat turnover (keluar-masuk karyawan) yang tinggi bikin kandidat baru jadi ragu buat bergabung dalam jangka panjang.
Reputasi perusahaan. Nama baik perusahaan yang kurang oke bisa bikin calon karyawan berkualitas malah menjauh.
Masalah keberagaman dan inklusi. Sekarang, pencari kerja makin kritis mencari perusahaan yang menjunjung tinggi nilai keberagaman. Membuktikan hal ini secara nyata sering kali nggak mudah.