PejuangKantoran.com - Banyak perusahaan sebenarnya sudah jor-joran menyediakan fasilitas Employee Assistance Program (EAP). Sayangnya, para konselor lebih banyak menganggur daripada memberikan layanan buat karyawan.
Padahal, program ini sudah dibayar perusahaan untuk membantu karyawan membereskan masalah pribadi, dari stres kerjaan sampai konflik keluarga. Itu semua tanpa dipungut biaya sepeser pun, lho.
Ya, karena kurang adanya sosialisasi program, EAP sering kali hanya tercatat di buku panduan karyawan saja. Manfaatnya untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan justru tidak sampai ke karyawan.
Baca Juga: Jarang Disosialisasikan, Padahal Employee Assistance Program Disediakan Gratis buat Karyawan
Apa itu EAP?
Buat kamu yang malah belum paham program ini, EAP adalah layanan konseling jangka pendek yang disediakan perusahaan untuk membantu karyawan yang sedang punya masalah pribadi.
Satu hal yang perlu kamu ketahui di sini, masalah yang dibantu EAP tidak harus berasal dari tempat kerja. EAP dirancang untuk membantu karyawan memahami atau mengatasi kesulitan mereka, apa pun sumbernya.
Siapa yang memberikan konseling?
Untuk menyediakan layanan ini, perusahaan bekerja sama dengan pihak luar (vendor) atau merekrut tenaga ahli sendiri (seperti psikolog, terapis, atau financial planner) untuk memberikan layanan langsung di kantor (in-house).
Konselor EAP biasanya memberikan bantuan awal. Tetapi kalau masalahnya butuh penanganan lebih dalam, mereka akan memberikan rujukan agar kamu bisa konsultasi ke lembaga yang lebih spesifik. Jadi, kamu tidak dibiarkan bingung sendirian mencari bantuan.
Layanan yang diberikan EAP
Employee Assistance Program saat ini menjadi program kesejahteraan yang sangat lengkap (holistik). Beberapa layanan yang biasanya bisa kamu dapatkan antara lain:
Baca Juga: Jika Kontrak Kerja Karyawan PKWT Diperpanjang, THR Dihitung dari Awal Lagi atau Dilanjutkan?
• Pengembangan karier. Bantuan saat ingin pindah divisi, mengejar promosi, atau sekadar butuh career coaching.
• Kesehatan fisik. Akses ke ahli gizi, fasilitas gym, hingga tips mengontrol berat badan dan berhenti merokok.
• Urusan keluarga: Mulai dari bantuan proses adopsi, tips mengasuh anak, mencari sekolah, hingga bantuan perencanaan kuliah.
• Bantuan hukum dan finansial. Konseling utang, perencanaan pajak, bantuan beli rumah, sampai perlindungan bagi korban pencurian identitas.
• Kesehatan mental. Dukungan saat berduka karena kehilangan orang terdekat, pemulihan dari ketergantungan obat, atau akses ke grup pendukung (support groups).
Bahkan, beberapa perusahaan juga menyediakan layanan khusus bagi manajer untuk belajar cara menghadapi situasi sulit di timnya.