PejuangKantoran.com - Banyak perusahaan yang ragu untuk menambah karyawan baru, padahal sebenarnya mereka sedang butuh. Alasannya klasik: waktu, tenaga, dan biaya yang besar.
Mereka sadar kalau biaya untuk mengambil satu karyawan baru itu bukan cuma soal gaji dan tunjangan saja. Begitu mulai menghitung biaya rekrutmen, pelatihan, dan hal lainnya, pengeluaran perusahaan bisa langsung membengkak dengan cepat.
Sekadar mencari orang yang "pas" saja sudah butuh modal besar, baik dari segi uang maupun waktu. Itu termasuk biaya untuk mengiklankan lowongan pekerjaan, ditambah biaya waktu perekrut internal, manajer yang melakukan wawancara, background check, dan tes penilaian pra-kerja.
Baca Juga: Sering Dibilang Mahal, Apa Saja yang Termasuk dalam Biaya Rekrutmen Karyawan Baru?
Kalau sudah memahami semua variabel yang bisa memengaruhi biaya menambah karyawan baru, kamu bisa mengajukan biaya rekrutmen yang wajar yang mencakup semua item terpenting.
Jika kamu ingin tahu cara menyusun anggaran rekrutmen yang jelas dan realistis, ikuti panduan ini untuk membantu tim HR:
Hitung biaya per orang (Cost per hire). Langkah pertama, coba lihat ke belakang. Hitung rata-rata biaya yang keluar untuk satu orang karyawan baru di periode sebelumnya. Caranya, jumlahkan semua biaya rekrutmen, lalu bagi dengan jumlah orang yang berhasil direkrut.
Data ini penting sebagai baseline untuk menentukan apakah kita butuh budget lebih besar atau justru harus mulai menghemat.
Prediksi jumlah karyawan baru. Buat gambaran, mau rekrut berapa orang untuk periode ke depan? Coba hitung berdasarkan tingkat turnover karyawan (yang keluar-masuk), dan rencana ekspansi divisi. Kalau kita tahu volumenya, kita bisa alokasikan dana yang pas, sehingga nggak kaget di tengah jalan.
Baca Juga: Bayu Skak Bakal Kocok Perut Penonton lewat 'Sekawan Limo 2: Gunung Klawih' saat Libur Idul Adha
Evaluasi ulang strategi rekrutmen. Coba cek lagi, mana pengeluaran yang paling penting dan mana yang cuma tambahan. Kadang, daripada bayar rekruter eksternal yang mahal, lebih efektif kalau kita investasi di tools rekrutmen online atau memberkan pelatihan buat tim HR internal.
Urutkan biayanya, lalu coret mana yang selama ini kurang efektif mendatangkan kandidat berkualitas.
Pisahkan biaya tetap dan biaya variabel. Jangan digabung semua. Ada biaya yang bayarnya cuma sekali (one-time), dan ada yang bayar terus-menerus (ongoing). Dengan memisahkan biaya langganan bulanan dan biaya proyek tertentu, proyeksi keuangan jangka panjang tim kita jadi lebih akurat.
Cari penawaran dari luar. Jangan malas untuk riset harga vendor. Coba minta penawaran dari beberapa penyedia layanan rekrutmen. Bandingkan antara opsi yang murah dan yang premium.