PejuangKantoran.com - Mayoritas platform AI sekarang ini nggak cuma mencatat apa yang kita kerjakan untuk mengotomatisasi pekerjaan, ternyata mereka juga menyerap ilmu dan keahlian kita, lho!
Kalau karyawan tidak segera naik kelas dan memposisikan diri sebagai pihak yang memberi arahan dan membuat keputusan (istilahnya human-in-the-loop), mereka berisiko kehilangan peran dan digantikan AI.
“Para karyawan yang menggunakan sistem AI mungkin tanpa sadar melatih pengganti mereka sendiri,” ujar profesor dari Texas A&M University, Matthew Call, dalam artikelnya di WSJ.
Baca Juga: DBS Bank Buka Lowongan Kerja Associate, Reporting Specialist, Risk Management Group
Banyak orang merasa cemas dengan fakta tersebut, dan ingin memperlambat laju teknologi ini agar tetap relevan. Padahal, itu nggak mungkin kan? Satu-satunya cara untuk bertahan tak lain dengan memahami bagaimana kebiasaan kita justru melatih AI untuk menggantikan kita.
Ada lima cara kita melatih AI di kantor untuk mengambil alih tugas kita tanpa kita sadari:
1. Mengubah pekerjaan menjadi pola
Setiap kali kamu merapikan spreadsheet, memperbaiki kesalahan, atau menunjukkan cara kerja dengan urutan yang sama, AI akan memetakan langkah tersebut. Semakin sistematis cara kerja kamu, semakin mudah AI mempelajari dan melakukannya tanpa bantuanmu lagi.
Tanpa sadar, cara kerjamu itu justru mempermudah sistem untuk mengubah tugas kamu menjadi pola yang bisa diulang-ulang dan akhirnya digantikan AI.
Baca Juga: McDonald's Bertekad Kembali Jadi Resto Terbesar di AS setelah Subway Menutup 8.000 Gerainya
2. Memberikan hasil tanpa penjelasan
Sering kali, karyawan langsung pindah dari satu proyek sukses ke proyek berikutnya tanpa menjelaskan alasan di balik keputusan mereka. AI menangkap urutan tindakan tersebut, tapi tidak mengerti pertimbangan atau penilaian (judgment) di dalamnya.
Kalau AI cuma meniru tindakan tanpa paham alasannya, sistem ini mungkin akan melakukan kesalahan karena hanya memahami eksekusi di permukaan saja.
3. Terus-menerus melakukan koreksi