PejuangKantoran.com - Income stacking atau tren punya penghasilan dobel hasil menjalani beberapa pekerjaan sekaligus lagi booming sekarang, terutama di kalangan karyawan muda.
Banyak di antara kita yang nggak lagi mengandalkan satu pekerjaan full time supaya bisa bertahan in this economy dan merasa aman secara finansial.
Dari kerja kantoran sambil nyambi jadi freelancer di tempat lain, hingga mengambil beberapa klien sekaligus sebagai virtual assistant, semuanya dijalani. Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat bahkan mencatat ada sekitar 8,4 juta orang yang punya pekerjaan lebih dari satu.
Baca Juga: Nggak Cuma Rekrutmen, Tim HR Sekarang Harus Mampu Analisis Data dan Performa Keuangan
Kenapa sih, fenomena ini semakin hits, dan apa dampaknya buat pekerja kayak kita?
Belajar skill baru
Bagi banyak orang, punya lebih dari satu pekerjaan adalah sebuah keharusan demi menyiasati biaya hidup yang terus naik. Salah satunya Timeka Gomillion, yang bekerja sebagai petugas penerima tamu sekaligus pemandu acara sambil kuliah.
"Kalau saya punya pekerjaan lain, gaji dari sana bisa saya sisihkan untuk ditabung atau dipakai buat tambahan uang jajan," kilah Timeka.
Selain masalah uang, kecanggihan teknologi saat ini bikin kita mudah mencari pekerjaan sampingan. Platform pencari kerja seperti Upwork dan Fiverr, bahkan media sosial seperti Threads, bikin kita bisa mencari uang tambahan dari mana saja.
Baca Juga: Beasiswa Avicenna Studienwerk untuk Mahasiswa Muslim Internasional yang Mau Kuliah di Jerman
Tren income stacking ini nggak hanya soal mencari uang tambahan. Gen Z banyak yang memanfaatkan side hustle untuk menambah portofolio dan belajar skill baru yang tidak diajarkan di kampus atau kantor utama.
Aidan Hoo, mahasiswa berusia 19 tahun, berhasil mendapat tiga pekerjaan sampingan sekaligus di bidang teknisi siaran.
"Mengambil beberapa pekerjaan ini sangat membantu saya untuk membiayai kuliah. Di samping itu, kegiatan ini juga membantu saya mempelajari berbagai keahlian baru," ujarnya.
Gen Z juga memilih untuk mengambil beberapa pekerjaan sampingan yang bisa diatur sendiri waktunya, ketimbang naik jabatan atau jadi bos yang bikin tanggung jawab makin banyak.