kubikel

7 Tanda Anda Sedang “Quiet Fired” di Kantor, Bukan Burnout atau Bosan Bekerja

Kamis, 11 Juni 2026 | 12:25 WIB
Jika mengalami burn out, lakukan 6 langkah recover saran dari psikolog ini. (Yeko Photo Studio)

PejuangKantoran.com -  Setelah istilah quiet quitting ramai dibicarakan beberapa tahun terakhir, kini muncul fenomena lain yang tak kalah mengkhawatirkan di dunia kerja, yaitu quiet firing. Berbeda dengan quiet quitting yang dilakukan karyawan, quiet firing terjadi ketika perusahaan atau atasan secara perlahan mendorong seseorang untuk mengundurkan diri tanpa melakukan pemecatan secara langsung.

Menurut sejumlah pakar karier dan sumber daya manusia, praktik ini dapat dilakukan secara sengaja maupun sebagai dampak dari manajemen yang buruk. Akibatnya, karyawan merasa tidak dihargai, kehilangan motivasi, hingga akhirnya memilih keluar atas keinginan sendiri.

Lalu, bagaimana cara mengenali tanda-tandanya?

1. Tiba-Tiba Tidak Lagi Dilibatkan dalam Pertemuan Penting

Salah satu tanda paling umum adalah ketika Anda mulai dikeluarkan dari rapat, diskusi, atau proyek yang sebelumnya menjadi bagian dari tanggung jawab Anda. Undangan rapat berkurang, keputusan dibuat tanpa melibatkan Anda, atau informasi penting tidak lagi dibagikan seperti biasanya.

Baca Juga: Gaji ke-13 Cair Rp15,2 Triliun, Siapa Saja yang Sudah Menerimanya?

2. Tidak Ada Lagi Pembicaraan Soal Pengembangan Karier

Jika atasan berhenti membahas target karier, promosi, pelatihan, atau peluang pengembangan diri, hal tersebut bisa menjadi sinyal bahwa perusahaan tidak lagi melihat Anda sebagai bagian dari rencana jangka panjang mereka.

3. Pekerjaan Penting Dialihkan ke Orang Lain

Tugas strategis yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Anda perlahan diberikan kepada rekan kerja lain. Sebagai gantinya, Anda justru menerima pekerjaan rutin atau tugas yang jauh di bawah kemampuan dan pengalaman yang dimiliki.

4. Feedback Berubah Menjadi Sangat Minim atau Terlalu Kritis

Perubahan pola umpan balik juga bisa menjadi pertanda. Beberapa karyawan yang mengalami quiet firing mengaku hampir tidak pernah lagi mendapatkan masukan dari atasan. Sebaliknya, ada juga yang justru menerima kritik berlebihan terhadap hal-hal kecil yang sebelumnya tidak pernah dipermasalahkan.

Baca Juga: Keuntungan Melakukan Upskilling dan Reskilling, Nggak Cuma Bikin Kita Lebih Betah di Perusahaan!

5. Atasan Mulai Menjauh

Kurangnya komunikasi dengan atasan dapat menjadi sinyal lain yang perlu diperhatikan. Frekuensi pertemuan satu lawan satu berkurang, pesan tidak lagi ditanggapi dengan antusias, atau atasan terlihat tidak tertarik membahas pekerjaan maupun perkembangan Anda.

6. Terlalu Dikontrol atau Micromanagement

Dalam beberapa kasus, quiet firing justru ditandai dengan pengawasan berlebihan. Atasan terus memantau pekerjaan secara detail, memberikan evaluasi terlalu sering, atau mengkritik hampir setiap keputusan yang dibuat. Kondisi ini dapat membuat karyawan merasa tertekan dan kehilangan kepercayaan diri.

7. Merasa Tidak Lagi Punya Peran Penting di Tim

Ketika kontribusi Anda tidak lagi dianggap penting, ide jarang didengar, dan pekerjaan terasa tidak memiliki dampak nyata bagi organisasi, bisa jadi Anda sedang mengalami proses quiet firing. Perasaan tersisih dan tidak relevan menjadi salah satu keluhan yang paling sering dirasakan oleh karyawan dalam situasi ini.

Tags

Terkini