PejuangKantoran.com - Sebagai manajer atau team leader, rasanya waktu kita selalu habis buat meeting, ngejar deadline, atau urusan operasional lainnya. Saking sibuknya, kadang kita lupa kalau aset paling berharga di kantor itu ya manusia di dalamnya.
Nah, di sinilah pentingnya meluangkan waktu buat one-on-one meeting bareng anak buah atau anggota tim. Kenapa disebut one on one, karena kita hanya bertemu empat mata alias berdua saja dengan salah satu anggota tim.
Pertemuan seperti ini bukan cuma formalitas, tapi kesempatan untuk membangun hubungan kerja yang lebih solid, transparan, dan sehat. Kita bisa berkomunikasi dengan lebih santai, memberikan feedback yang lebih jujur tanpa membuat anak buah merasa dihakimi di depan orang lain.
Baca Juga: Mengenal One on One Meeting, Apa yang Perlu Dibahas dan Seberapa Sering Harus Dilakukan?
Momen ini juga pas untuk proses coaching, memotivasi karyawan yang mungkin lagi jenuh, sekaligus mengenal mereka dengan lebih personal, bukan sebatas anak buah yang harus diatur.
Sebaliknya, saat bertemu empat mata dengan anak buah kita juga memberi kesempatan pada mereka untuk memberikan umpan balik tentang gaya kepemimpinan kita selama ini.
7 manfaat one-on-one meeting
Kalau agenda ini rutin dijalankan, ada banyak banget perubahan positif yang bakal kelihatan di lingkungan kerja.
1. Moral dan semangat kerja pasti naik. Karyawan bakal merasa jerih payahnya dihargai dan dilihat oleh atasan. Hal ini otomatis bikin mereka lebih percaya diri dan punya sikap yang jauh lebih positif terhadap target tim maupun proyek-proyek baru ke depannya.
2. Meningkatkan produktivitas. Karena dilakukan rutin, kita bisa memantau tugas harian mereka dengan lebih detail. Dengan arahan yang tepat, karyawan bisa bekerja lebih efisien, terhindar dari salah paham yang itu-itu saja, dan tahu bagian mana yang harus diperbaiki.
Baca Juga: CV Buatan AI Bikin Pelamar Kerja Lebih Cepat Mengirim Lamaran, tapi Tim HR Malah Kewalahan
3. Kerja sama tim yang jauh lebih berkualitas. Ketika performa masing-masing individu membaik dan kerjaan mereka cepat beres, mereka jadi punya sisa waktu dan energi untuk saling bantu satu sama lain. Suasana kantor pun jadi lebih minim konflik karena rasa saling percaya sudah terbentuk dari awal.
4. Hubungan kerja jadi lebih personal. Kita bisa paham apa yang sebenarnya bikin mereka semangat kerja atau apa yang bikin mereka stres. Rasa saling menghormati pun tumbuh secara alami tanpa ada sekat antara bos dan anak buah.
5. Jadi lebih efektif saat berkomunikasi. Kita bisa membagikan info-info terbaru, mulai dari perubahan strategi perusahaan, tujuan yang baru, sampai evaluasi dari manajemen atas secara santai.
Karena hubungannya sudah cair, karyawan juga nggak bakal sungkan buat curhat kalau ada masalah di lapangan, sebelum masalah itu jadi makin besar dan runyam.