Misal, alih-alih memberi komentar "Kamu memang pintar." lebih baik diganti dengan "Analisis yang kamu buat kuat karena kamu mengumpulkan data yang lengkap dan mengujinya dari beberapa sudut pandang."
- Jadikan umpan balik sebagai kebiasaan
Feedback jangan hanya muncul saat penilaian tahunan. Gunakan prinsip spesifik, berbasis fakta, dan dapat ditindaklanjuti sehingga orang tahu apa yang harus diperbaiki, apa yang harus ditingkatan, dan apa yang harus dipertahankan.
Akan menjadi kurang efektif jika berkomentar: "Presentasimu kurang bagus." Lebih efektif jika: "Slide sudah rapi, tetapi data pendukung untuk rekomendasi utama masih kurang. Jika ditambah tren tiga tahun terakhir, argumennya akan lebih kuat."
- Ciptakan psychological safety
Konsep psychological safety mengacu pada kondisi ketika seseorang merasa aman untuk bertanya, berpendapat, mengakui kesalahan, atau menyampaikan ide baru tanpa takut dipermalukan atau dihukum secara tidak proporsional.
Tanpa rasa aman, orang cenderung menyembunyikan kesalahan dan enggan belajar.
berkembanBaca Juga: Dalam Dunia Profesional, Sponsor Karier Itu Perlu Jika Ingin Kariermu Berkembang
- Bedakan kegagalan yang produktif dan kelalaian
Tidak semua kesalahan harus ditoleransi. Organisasi harus bisa membedakan kegagalan yang produktif dengan kelalaian.
Kegagalan yang produktif bisa dijadikan pembelajaran ketika mencoba melakukan pendekatan baru, eksperimen yang dirancang dengan baik, dan inovasi yang ternyata tidak berhasil.
Sementara kelalaian bisa muncul karena mengabaikan SOP, mengabaikan aturan keselamatan, atau tidak melakukan pengecekan yang diwajibkan.
Kelalaian tetap harus ditindak karena bukan bagian dari growth mindset.
- Beri kesempatan belajar yang nyata
Growth mindset tumbuh ketika organisasi menyediakan kesempatan berkembang. Misal dengan rotasi pekerjaan, proyek lintas divisi, mentoring, coaching, pelatihan teknis, atau ada komunitas belajar internal.
- Tetapkan target yang menantang tetapi realistis
Target terlalu mudah tidak mendorong perkembangan, sementara target terlalu tinggi membuat orang frustrasi. Idealnya target berada sedikit di atas kemampuan saat ini sehingga mendorong pembelajaran.
Baca Juga: 6 Langkah yang Harus Kamu Lakukan untuk Mendapatkan Sponsor Karier
- Lakukan refleksi setelah proyek selesai
Setelah proyek berakhir, lakukan diskusi seperti:
- Apa yang berjalan baik?
- Apa yang tidak berjalan sesuai rencana?
- Apa penyebabnya?
- Apa yang akan dilakukan berbeda pada proyek berikutnya?
Fokus diskusi adalah proses, bukan mencari kambing hitam jika ada kesalahan.