kubikel

Leading By Quiet Example, Gaya Kepemimpinan yang Tak Sekadar "Omon-Omon"

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:15 WIB
Leading by quiet example adalah gaya kepemimpinan yang tak sekadar (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Kamu kesal tidak ketika harus selalu berangkat pagi-pagi supaya tidak telat karena memang peraturannya seperti itu, sedangkan pimpinan di kantor lebih sering datang siang?

Padahal dia yang selalu “koar-koar” mengingatkan untuk disiplin dalam waktu. Ujung-ujungnya, karyawan jadi ikutan datang telat dan menjadikan produktivitas menurun.

Ini adalah contoh bagaimana seorang pemimpin tidak melakukan leading by quiet example. Ini adalah gaya kepemimpinan yang di mana seseorang tidak sekadar “omon-omon”.

Pemimpin seperti ini bisa memengaruhi, menginspirasi, dan membangun kredibilitas melalui tindakan nyata, konsistensi perilaku, dan integritas, bukan melalui banyak bicara, instruksi keras, atau pencitraan.

Konsep ini sering dikaitkan dengan kepemimpinan yang rendah hati (humble leadership), servant leadership, dan teori social learning dari Albert Bandura, yang menjelaskan bahwa manusia banyak belajar dengan mengamati perilaku orang lain.

Albert Bandura adalah seorang psikolog kelahiran Kanada yang menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam psikologi modern yang mencetuskan Social Learning Theory.

Menurut Bandura, manusia tidak hanya belajar melalui hadiah atau hukuman, tetapi juga melalui pengamatan terhadap orang lain (observational learning atau modeling). Artinya, orang bisa belajar dengan meniru.

Baca Juga: 3 Gaya Kepemimpinan Modern yang Bisa Disimpulkan dari Tokoh-tokoh The Devil Wears Prada 2

Ciri Pemimpin Seperti Ini

Pemimpin yang menerapkan leading by quiet example pada dasarnya adalah membangun otoritas moral, bukan sekadar otoritas karena jabatan. Ia memanfaatkan posisinya sebagai contoh moralitas yang baik, bukan menjadikannya alat untuk menekan.

Pemimpin yang menerapkan leading by quiet example, biasanya:

  • Tidak banyak mencari sorotan.
  • Datang tepat waktu tanpa harus mengingatkan orang lain.
  • Menepati janji.
  • Tetap tenang saat terjadi krisis.
  • Mengakui kesalahan sendiri.
  • Mau melakukan pekerjaan yang sulit lebih dulu.
  • Konsisten antara ucapan dan tindakan.
  • Tidak menggunakan jabatan untuk memperoleh perlakuan istimewa.

Banyak contoh yang bisa dilakukan dengan leading by quiet example. Misal, ketika ada sistem yang baru, pemimpin tak hanya meminta orang lain belajar sistem baru tersebut, namun ia menjadi orang yang pertama mempelajarinya.

Atau, ketika ada kesalahan pemimpin seperti ini tidak akan mencari kambing hitam. Ia akan mengajak untuk mencari penyebabnya dan mengakui bahwa ia pun kemungkinan punya peran dalam masalah tersebut.

Dengan begini, anggota tim jadi lebih berani melaporkan jika terjadi masalah.

Halaman:

Tags

Terkini