PejuangKantoran.com - Bisnis yang sukses itu yang bisa menghasilkan cukup penjualan sampai bisa untung setiap tahunnya. Tapi, kalau pemilik bisnis ingin kesuksesan itu bertahan lama, salah satu strategi yang ampuh banget adalah membangun komunitas di sekitar produk, layanan, atau bisnis mereka.
Komunitas bahkan menjadi pilar utama dari sebuah brand yang hebat. Lewat komunitas, kita punya kesempatan emas buat mendengarkan feedback, berbagi informasi, bahkan belajar dari audiens kita sendiri.
Lewat komunitas, rasa setia (loyalty) dan antusiasme mereka terhadap brand-mu bakal makin kuat. Tapi ingat ya, bikin komunitas bisnis itu nggak bisa instan dalam semalam. Butuh waktu dan rencana yang matang untuk benar-benar mewujudkannya.
Baca Juga: 6 Tanda Sudah Waktunya Membangun Komunitas yang Lebih Terarah agar Bisnis Bisa Terus Bertumbuh
Nah, buat kita yang ingin membuat interaksi yang tadinya serba online jadi gerakan nyata yang berkelanjutan, simak langkah-langkah membangun komunitas yang hidup dan berdampak.
1. Ciptakan ruang untuk saling terhubung
Komunitas itu bukan cuma mempromosikan brand terus-terusan, tapi juga memberi kesempatan antaranggota untuk saling ngobrol dan menanamkan rasa memiliki. Buat ruang terbuka di mana mereka bebas berdiskusi. Dan ingat, meski komunitas online itu awal yang bagus, kopdar tetap jadi cara terbaik untuk menguatkan ikatan.
2. Kumpulkan anggota lewat misi bersama
Bikin komunitas bakal jauh lebih gampang kalau ada isu sosial atau tujuan bersama yang ingin dicapai. Mulai aja dulu dari tim internal kantormu, biar mereka yang mengedukasi dan menularkan antusiasme itu ke audiens luar. Bagikan konten yang bermanfaat dan edukatif agar anggota tergerak buat ikut membagikan cerita mereka.
3. Manfaatkan user-generated content
Baca Juga: Punya Banyak Follower di Media Sosial Nggak Jadi Jaminan, Ini Syarat Membangun Komunitas!
Daripada habis biaya banyak buat bikin foto atau video profesional dari nol, mending manfaatkan konten bikinan pelanggan (user-generated content). Pilih konten terbaik yang diunggah pelanggan di media sosial, lalu unggah ulang (repost). Selain hemat biaya, ini bikin pelanggan merasa dihargai dan makin loyal.
4. Fokus bantu selesaikan masalah, bukan jualan
Kesalahan terbesar saat bikin komunitas adalah menjadikannya wadah jualan. Tujuan utama komunitas adalah tempat orang berbagi informasi dan mencari solusi atas masalah mereka. Kalau komunitasmu terbukti fokus membantu, orang-orang bakal dengan senang hati bergabung tanpa merasa dimanfaatkan.
5. Tunjuk community manager yang tepat