kubikel

10 Cara Meningkatkan Continuous Learning Agar Kita Tetap Bisa Punya Peran Dalam Pekerjaan

Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:11 WIB
Agar bisa terus punya peran dalam pekerjaan, kita wajib melakukan continuous learning, misal dengan proaktif meminta feedback dari rekan kerja. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – "Survival of the fittest" atau terjemhannya kurng lebih "Yang bisa bertahan hanyalah yang adaptif terhadap lingkungan."

Istilah ini dicetuskan oleh filsuf, sosiolog, psikolog, dan pemikir politik Inggris, Herbert Spencer, dalam bukunya The Principles of Biology. Spencer mencetuskan istilah ini setelah membaca teori evolusi Charles Darwin.

Spencer memandang masyarakat seperti organisme hidup, di mana berbagai institusi memiliki fungsi yang saling bergantung. Dan, hal ini menjadi sangat relevan dengan dunia kerja saat ini yang perkembangan dan perubahannya begitu cepat.

Teknologi, terutama teknologi AI (artificial intelligence) boleh dibilang “mengambil alih” sebagian peran manusia sehingga bisa “mengancam” peran manusia. Oleh karena itu, kita wajib beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini agar tetap punya peran dalam kehidupan.

Salah satunya adalah dengan prinsip continuous learning. Ini adalah proses belajar yang berlangsung secara berkelanjutan sepanjang karier seseorang.

Tujuannya dalah adalah agar seseorang itu terus memperoleh, memperbarui, dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi agar tetap relevan dengan perubahan pekerjaan, teknologi, dan kebutuhan organisasi.

Baca Juga: 4 Faktor Utama yang Mendorong Wajib Continuous Learning Dalam Dunia Kerja

Meningkatkan continuous learning bukan sekadar mengikuti pelatihan atau mengumpulkan sertifikat. Continuous learning merupakan kombinasi antara mindset, kebiasaan, lingkungan, dan praktik refleksi yang dilakukan secara konsisten.

Ada sejumlah cara untuk meningkatkan continuous learning, yaitu:

  1. Mengembangkan growth mindset

Penelitian Carol S. Dweck menunjukkan bahwa individu dengan growth mindset percaya bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha, strategi, dan pembelajaran.

Orang dengan growth mindset cenderung tidak takut gagal, melihat kesalahan sebagai umpan balik, berani mencoba tantangan baru, dan lebih gigih ketika menghadapi kesulitan

  1. Menetapkan learning goals, bukan hanya performance goals

Penelitian menunjukkan bahwa learning goal orientation menghasilkan pembelajaran jangka panjang yang lebih baik dibanding hanya mengejar performa. Misal, jika performance goal: “Saya ingin mendapat promosi”, maka learning goals-nya adalah “Saya ingin menguasai project management dan stakeholder communication”.

Dalam sejumlah penelitian, tujuan belajar akan meningkatkan eksplorasi, kreativitas, dan adaptasi.

  1. Menerapkan reflective practice

Pembelajaran terjadi ketika seseorang secara sadar merefleksikan pengalamannya. Misal, setelah menyelesaikan proyek, tanyakan: “Apa yang berjalan baik?”, “Apa yang gagal?”, “Mengapa gagal?”, dan sebagainya.

Halaman:

Tags

Terkini