kubikel

10 Cara Meningkatkan Continuous Learning Agar Kita Tetap Bisa Punya Peran Dalam Pekerjaan

Minggu, 2 Agustus 2026 | 15:11 WIB
Agar bisa terus punya peran dalam pekerjaan, kita wajib melakukan continuous learning, misal dengan proaktif meminta feedback dari rekan kerja. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Refleksi seperti ini mengubah pengalaman menjadi pengetahuan.

  1. Aktif mencari feedback

Feedback merupakan salah satu sumber pembelajaran paling kuat. Feedback dapat berasal dari atasan, rekan kerja, pelanggan, mentor, atau bawahan. Namun yang paling penting adalah feedback seeking behavior, yaitu kebiasaan secara aktif meminta masukan.

  1. Belajar melalui pekerjaan (Learning in the Flow of Work)

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pembelajaran justru terjadi saat bekerja. Misal: ketika memimpin proyek baru, ada rotasi pekerjaan, saat menangani pelanggan sulit, menjadi PIC, atau saat ikut cross-functional project.

Pengalaman kerja yang menantang sering kali menghasilkan pembelajaran yang lebih mendalam dibanding pelatihan di kelas.

Baca Juga: 5 Alasan Kuat Mengapa Menerapkan Growth Mindset di Kantor Itu Sangat Penting

  1. Membangun Personal Learning Network (PLN)

Belajar tidak harus selalu dari buku. Sumber belajar bisa berasal dari mentor, komunitas profesi, kolega, asosiasi profesi, konferensi, webinar, hingga diskusi rutin.

Dalam teori social learning, banyak kompetensi berkembang melalui observasi dan interaksi dengan orang lain.

  1. Membiasakan deliberate practice

Menurut pendapat ahli, keahlian berkembang melalui latihan yang disengaja (deliberate practice), yaitu latihan yang memiliki tujuan spesifik, cukup menantang, mendapat umpan balik, dilakukan berulang, dan fokus pada aspek yang belum dikuasai

Misal, daripada sekadar presentasi, kita bisa berlatih khusus untuk meningkatkan kemampuan membuka presentasi atau menjawab pertanyaan sulit.

Baca Juga: 5 Poin Penting yang Bisa Mengukur Learning Agility Kamu Yang Bermanfaat Dalam Perubahan yang Serba Cepat

  1. Menyusun Personal Development Plan (PDP)

Rencana pengembangan pribadi membantu mengarahkan pembelajaran.

Misal, ketika kamu menargetkan meningkatkan keterampilan komunikasi, maka kamu menargetkan berlatih presentasi sebulan sekali.

Dengan demikian, pembelajaran menjadi terarah dan terukur.

  1. Membaca secara konsisten

Individu dengan budaya belajar biasanya memiliki kebiasaan membaca jurnal ilmiah, artikel industri, buku, laporan tren, atau white paper.

  1. Mengembangkan learning agility

Learning agility adalah kemampuan untuk belajar cepat, menerapkan Pelajaran, beradaptasi pada situasi baru, dan tetap efektif dalam kondisi yang belum pernah dihadapi

Halaman:

Tags

Terkini