PejuangKantoran.com - VFS Global mencatat pencapaian baru dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif. Dalam Laporan Keberlanjutan 2025, perusahaan mengungkapkan bahwa 65 persen karyawan baru yang direkrut sepanjang 2025 merupakan perempuan.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam laporan keberlanjutan ketujuh VFS Global yang dirilis baru-baru ini. Perusahaan menilai keberagaman tenaga kerja menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih setara.
Founder dan Chief Executive Officer VFS Global, Zubin Karkaria, mengatakan peningkatan jumlah pekerja perempuan berjalan beriringan dengan berbagai capaian perusahaan sepanjang 2025.
Baca Juga: Halo Penggila Olahraga! Sudah Datang ke 5 Lokasi Sport Toursim Terbaik di Indonesia?
"Sebanyak 65 persen dari karyawan baru kami pada tahun ini adalah perempuan. Pencapaian ini, bersama tingkat kepuasan pelanggan sebesar 97,6 persen, menunjukkan bahwa dampak sosial dan kinerja bisnis dapat berjalan beriringan," ujarnya.
Tak hanya pada rekrutmen baru, komposisi tenaga kerja VFS Global juga menunjukkan keberagaman yang tinggi. Secara keseluruhan, perusahaan memiliki komposisi karyawan 60 persen perempuan dan 40 persen laki-laki, dengan tenaga kerja yang berasal dari 165 kewarganegaraan di berbagai negara.
Selain memperluas kesempatan bagi perempuan, perusahaan juga terus berinvestasi dalam pengembangan kompetensi karyawan. Sepanjang 2025, VFS Global mencatat 56.980 hari pelatihan bagi karyawannya sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Head of Sustainability VFS Global, Shireen Mistree, mengatakan perusahaan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek bisnis, termasuk pengelolaan sumber daya manusia.
Menurutnya, pendekatan tersebut membantu perusahaan memahami dampak sosial dan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis dalam jangka panjang.
Baca Juga: WFH ASN Resmi Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Selain fokus pada keberagaman tenaga kerja, laporan keberlanjutan 2025 juga mencatat berbagai pencapaian lain, seperti peningkatan anggaran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) hingga 94 persen, pelaksanaan 151 program CSR di lebih dari 30 negara, serta manfaat yang dirasakan oleh lebih dari 37 ribu penerima.
Di bidang lingkungan, VFS Global berhasil menurunkan total emisi gas rumah kaca sebesar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meningkatkan daur ulang limbah elektronik hingga 41 persen, menggunakan 80 persen energi hijau melalui Renewable Energy Certificates (REC), serta menanam 650.000 pohon sebagai bagian dari program reforestasi.
Laporan Keberlanjutan 2025 disusun mengacu pada Global Reporting Initiative (GRI) serta selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs), United Nations Global Compact (UNGC), dan standar Sustainability Accounting Standards Board (SASB).