kubikel

Perubahan Perhitungan PPh 21 Tahun 2022, Apa Sih Faktor yang Memengaruhi Perhitungannya?

Rabu, 15 Maret 2023 | 20:22 WIB
Ilustrasi: PPh 21 dikenakan terhadap berbagai jenis pendapatan, entah itu gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pendapatan lain. (Freepik)

PTKP ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, dan merupakan batas minimum penghasilan yang tidak dikenakan pajak penghasilan bagi Warga Negara Indonesia.

Status PTKP setiap wajib pajak bisa berbeda, karena ditentukan oleh perkawinan dan jumlah tanggungan.

Kalau penghasilan kamu melebihi PTKP, maka penghasilan tersebut akan dikenakan pajak penghasilan. Tetapi kalau pendapatan kamu tidak melebihi PTKP, tidak akan dikenakan pajak penghasilan.

2. Tarif progresif

Tarif progresif adalah pengenaan PPh 21 WPOP yang besaran tarifnya mengikuti jumlah penghasilan tahunannya. Adapun tarif pajak penghasilan 2022 mengikuti tarif dari UU Harmonisasi Perpajakan.

Baca Juga: 4 Cara Menulis CV yang Sesuai dengan Kebutuhan Applicant Tracking System

Sebelumnya, sampai tahun 2021, tarif 5% berlaku untuk batas penghasilan sampai dengan Rp50.000.000. Kini batas tersebut dinaikkan sampai penghasilan Rp60.000.000.

3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Pastikan kamu sudah memiliki NPWP, karena NPWP sangat memengaruhi perhitungan PPh 21. Karyawan yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif pajak 120% dari tarif yang berlaku, atau 20% lebih besar daripada karyawan yang memiliki NPWP.

NPWP juga perlu dimiliki pekerja asing (WNA) agar diperlakukan sebagai subjek pajak dalam negeri dan dikenakan PPh 21. Ekspatriat yang tidak memiliki NPWP dan bekerja kurang dari 183 hari akan dikenakan perhitungan PPh 26.

Halaman:

Tags

Terkini