kubikel

Cara  Pintar Menarik Perhatian HR dengan Lamaran yang Kamu Kirimkan

Selasa, 9 Mei 2023 | 09:00 WIB
Contoh Portofolio dan CV (Pexles Lukas)

Lalu, jangan lupa menuliskan kepada siapa lamaran kerja ini kamu tujukan. Jika bisa, tuliskan nama HR yang bertugas. Dengan begitu, kamu terlihat memperhatikan detail siapa orang yang akan mempekerjakanmu.

Buat baris pertama dalam pesan terlihat menonjol

Baik mengirim InMail (DM versi LinkedIn) atau melampirkan catatan ke permintaan koneksi, penerima akan selalu mendapatkan pratinjau kecil dari beberapa kata pertama pesan tersebut, sebelum memilih untuk membuka sepenuhnya atau tidak.

Sebagian besar pesan yang diterima perekrut mungkin hampir sama, yaitu "Saya tertarik dengan pekerjaan yang Anda posting", "Nama saya X dan saya Y", atau sesuatu yang umum lainnya.

Meskipun kamu masih tidak boleh langsung bilang, "Tolong beri saya pekerjaan" di awal pesan, tetapi sebaiknya kamu menulis pesan yang lebih menarik.

Setelah melihat profilnya, manfaatkan apa yang telah dipelajari dan gunakan untuk membangkitkan perhatiannya. Misalnya:

Baca Juga: Siapa Kajiman, Tokoh Mitologi Jawa yang Diangkat dalam Film Horor Iblis Terkejam Penagih Janji?

  • Sayang mengetahui Anda lewat (sebutkan mutual friend atau jaringan alumni kalian)
  • Saya melihat bahwa Anda (sebutkan hal khusus dari profil miliknya)
  • Sepertinya kita berdua (sebutkan minat atau hal yang sama diantara kalian)

Jadi, di awal pesan, apa yang kamu tuliskan sudah langsung menarik perhatian si pemberi kerja dan muncul keinginan untuk membaca pesanmu lebih lengkap.

Berkenalan dengan orang yang bekerja di sana

Bukan HR atau orang-orang yang bekerja di divisi perekrutan. Namun, orang-orang “biasa” yang bekerja di perusahaan yang ingin kamu lamar. Lebih baik jika mereka berasal dari divisi yang kamu incar.

Baca Juga: Suka Suka Saya, Resto Indonesia di LA yang Menyajikan Mie Instan sebagai Hidangan Fusion

Meskipun mungkin tidak akan dapat mempengaruhi keputusan perekrutan, tetapi mereka bisa memberikan sesuatu yang hampir sama baiknya: rekomendasi.

Perekrut akan menghargai rekomendasi karena biasanya kualitasnya lebih terpercaya karena berasal dari seseorang di perusahaan. Sementara orang yang memberikan rekomendasi akan mendapatkan semacam “bonus” karena mendapatkan orang yang sudah mereka ketahui kualitasnya.

Jika ini bisa kamu lakukan, ini bisa menjadi jalur yang lebih cepat menuju pekerjaan potensial sekaligus memberimu koneksi baru di dunia kerja. (Elga Windasari)

 

Halaman:

Tags

Terkini