4. Rutin latihan
Practice makes perfect. Salah satu latihan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan mock interview, yaitu bentuk simulasi proses wawancara layaknya wawancara betulan.
Mock interview ini bisa membantumu mendapatkan feedback dari pihak lain, yang mungkin tidak mampu kamu lihat secara objektif.
Baca Juga: 5 Kesalahan Saat Menulis Essay LPDP yang Paling Sering Dilakukan Pemburu Beasiswa LPDP
Lakukan mock interview minimal dua kali, yaitu jauh sebelum jadwal wawancara dan malam sebelum wawancara. Lakukan dengan suara keras yang membuat mulut dan otak lebih selaras.
5. Tidak apa jika merasa tidak sempurna
Maryam bercerita bahwa pada awal wawancara, ia merasa sangat gugup hingga suaranya bergetar. Meskipun ia sudah meminta maaf kepada para juri, tetapi saat itu ia berpikir sudah tidak sempurna.
Namun, Maryam berkata jangan terus menyalahkan dirimu. Tarik napas, tegakkan badan, senyum, dan lihat mata para juri. Berpikirlah bahwa tidak apa-apa menjadi gugup dan sekarang kamu harus fokus ke pertanyaan selanjutnya.
“Saat itu juga, aku tampil lebih pede,” ujarnya.
6. Berikan jawaban diplomatis
Saat wawancara, sebisa mungkin jangan berikan jawaban hitam-putih. Kecuali pertanyaan mengenai NKRI, Pancasila, UUD, dan LPDP.
Jangan takut memberikan jawaban diplomatis karena saat wawancara tentu saja jawaban akan penuh dengan subjektivitas.
Hal ini perlu diperhatikan oleh kamu yang mendaftar program sosial, atau yang programnya mempelajari isu-isu tabu di Indonesia, seperti SRHR (Sexual and Reproductive Health and Rights).
7. Kirimkan doa untuk penguji
Sebagai muslim, Maryam percaya bahwa doa dan kebaikan yang kita kirimkan pada orang lain akan kembali pada diri kita juga. Itulah mengapa ia selalu mengirimkan surat Al-Fatihah dan mendoakan kebaikan para penguji.