PejuangKantoran.com - Tidak ada yang salah jika kamu ingin mencari pekerjaan terbaik yang cocok untukmu. Namun, menurut salah satu pakar, bergonta-ganti pekerjaan tidak baik untuk karirmu.
Di akun TikTok miliknya, pakar wawancara Anna Papalia sering berbagi tips dengan calon pekerja. Ia memberikan penjelasan mengenai hal ini.
Menurutnya, jika kamu ingin dianggap serius dan berusaha menjadi profesional, maka perlu membatasi jumlah pekerjaan yang dimiliki dengan usia di bawah satu tahun.
Artinya, kamu sebaiknya jangan sering melakukan resign di saat belum satu tahun bekerja dan mulai mencari pekerjaan baru. Namun, setelah itu hal yang sama kembali kamu lakukan.
Baca Juga: Meski Masih Jadi Karyawan Entry Level, 5 Leadership Skill Ini Perlu Kamu Miliki
Anna mengklaim bahwa “tidak ada yang menyukai orang yang bergonta-ganti pekerjaan” atau job hopper dan itu hanya akan merugikan karirmu sebagai seorang profesional.
"Saya tidak peduli apa alasanmu, tidak ada yang suka job hopper," katanya.
Hal ini membatasi kesempatan untuk berkembang
Anna menjelaskan bahwa jika kamu hanya bekerja selama 1 – 2 tahun dan terlihat sepertinya "melompat dari satu posisi ke posisi lain", maka itu akan membatasi kesempatan dirimu untuk berkembang dan memiliki pengalaman.
"Kamu hampir tidak bisa belajar dan mencari posisi yang sesuai jika hanya di sana selama setahun," ujarnya.
Ia tahu banyak orang akan berkata tidak mendapatkan kenaikan gaji sehingga harus pindah kerja menjadi alasannya, tetapi ia memiliki jawaban tersendiri.
"Dengar, orang yang berganti pekerjaan berada dalam tingkat penyangkalan yang dalam. Inilah masalahnya, jika kamu seorang job hopper, maka kamulah yang memilih untuk berhenti setelah satu atau dua tahun bekerja," tegasnya.
Baca Juga: Threads, Aplikasi Media Sosial Baru Keluaran Meta yang Disebut Bakal Jadi Saingan Twitter
Dilihat dari sudut pandang manajer perekrutan, jika seorang pelamar memiliki banyak pekerjaan secara berurutan, mereka akan merasa ragu untuk berinvestasi pada pelamar tersebut.