3. Buat bucket list
Gelar master yang akan kamu jalani lewat Beasiswa Chevening di Inggris hanya berlangsung satu tahun.
Dengan jadwal belajar yang padat dan tuntutan gelar yang harus dihadapi, kamu mungkin akan merasa waktu seperti terbang karena berlalu sangat cepat dari yang dibayangkan.
Salah satu cara untuk memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya saat kuliah di luar negeri adalah membuat bucket list selama di Inggris.
Pastikan isinya mencakup semua hal yang paling kamu nantikan selama berada di negara tersebut. Misalnya, mendaki Ben Nevis atau mengunjungi Menara London hingga hal-hal kecil yang dapat dilakukan di kota tempat universitasmu berada.
4. Terhubung dengan sesama Chevener
Bagi para alumnus Chevening—yang biasa disebut Chevener, ini mungkin tips yang paling sering diberikan saat kuliah di luar negeri.
Satu hal yang perlu diingat, jaringan Chevening seperti keluarga sehingga kamu bisa menghubungi mereka kapan pun merasa sedih atau rindu kampung halaman.
Baca Juga: Cara Memilih Universitas di Inggris yang Sesuai Kebutuhan untuk Beasiswa Chevening
Jaringan ini penuh dengan orang-orang yang sama bersemangat dan antusiasnya selama berada di negeri orang seperti dirimu. Mereka juga mengalami pasang surut yang sama dan “menderita” saat merasa rindu rumah.
Beasiswa Chevening menciptakan banyak peluang bagimu untuk terhubung dengan alumnusnya sepanjang tahun, dan kamu selalu bisa mengikuti apa yang mereka lakukan di Instagram, menggunakan tagar #MyCheveningJourney.
Jadi, meskipun pindah ke luar negeri bisa menakutkan, tetapi dengan Beasiswa Chevening kamu akan memiliki semua yang diperlukan untuk berkembang. (Elga Windasari)