"Kamu harus mengutamakan aspek profesional dari hubungan tersebut. Sangat penting bagi orang yang dipromosikan untuk menjaga citra profesional yang tidak mengistimewakan temannya,” ujarnya.
Ini bisa berarti kamu dan sahabatmu harus membatasi waktu pribadi di tempat kerja. Jika tidak, rekan kerja lainnya bisa merasa tersingkirkan dan tidak terlibat sepenuhnya.
2. Bicarakan mau apa ke depannya
Kamu mungkin merasa cukup mengenal sahabat sehingga merasa tidak perlu membicarakan perubahan statusmu di tempat kerja.
Namun, kamu tetap harus mengkomunikasikan tentang perubahan pekerjaan tersebut, baik untuk persahabatan maupun reputasi profesional kalian.
Saat membicarakannya, Jessica menganjurkan untuk tidak terlalu memikirkan mengapa kamu yang dipromosikan, bukan si sahabat.
Namun, bicaralah lebih banyak tentang bagaimana promosi tersebut akan mengubah hubungan kalian dan bagaimana menyiasatinya.
3. Akui perasaan sakit hati sahabat
“Ini menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut bahwa kamu telah mengakui perasaannya," kata Patricia.
Jika sahabat terluka oleh hasil promosi, kamu harus lebih fokus pada perasaannya daripada promosimu sendiri.
Baca Juga: Senang Sudah Berhenti Bekerja, tapi Sedih Melihat Teman Naik Jabatan di Perusahaan Impian?
Melody Wilding, pelatih eksekutif dan pekerja sosial berlisensi, mengatakan, “Cara terbaik untuk mengatasi rasa terluka adalah dengan melewatinya, dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengkomunikasikannya.”
Jika sahabat secara terbuka mengatakan kecemburuannya, jangan bersikap defensif. Jika kamu mengatakan kamu "mencuri" promosi itu darinya, Melody menyarankan untuk tidak menantangnya.
4. Tak perlu memperbaiki perasaan sahabat
Pahamilah bahwa kamu tidak dapat mengendalikan reaksinya. Jika dia tidak seantusias yang kamu inginkan tentang promosimu, jangan mencoba mengubahnya.