Jangan lupa meminta pewawancara untuk menjadwalkan kembali wawancara lanjutan sehingga mereka tahu kapan kamu akan memberitahunya mengenai keputusanmu untuk pekerjaan ini.
3. Lakukan riset (lagi)
Sekarang saatnya untuk menggali dan mencoba memahami dari mana asal ketidaksesuaian gaji yang kamu minta, dan yang bisa diberikan calon perusahaan.
Apakah perkiraan nilai pasarmu meleset atau apakah kamu sudah tepat sasaran dan perusahaan memberikan gaji yang terlalu rendah?
Pastikan untuk memeriksa situs web resmi untuk mengetahui informasi gaji dari pekerjaan yang kamu lamar. Bandingkan dengan perusahaan yang levelnya sama dengan perusahaan yang sedang kamu lamar agar kisarannya tidak terlalu jauh.
Jika ada konsultan yang bisa membantu, kamu juga bisa menghubungi mereka untuk menanyakan berapa gaji rata-rata pekerjaan yang kamu incar ini.
Meskipun semua ini tidak akan mengubah tawaran yang kamu terima, tetapi paling tidak akan memberimu seluruh informasi yang diperlukan untuk membantumu memutuskan akan menerimanya atau tidak.
4. Buat keputusan
Sekarang setelah kamu mengetahui kisaran gaji yang adil dan sesuai dengan kompensasi untuk pekerjaan serupa, saatnya membuat keputusan.
Ada sejumlah faktor yang perlu dipertimbangkan. Pertama, jumlah uang yang perlu kamu hasilkan untuk alasan pribadi. Kedua, apakah kamu dapat memperoleh gaji yang lebih tinggi dengan melakukan pekerjaan yang sama di perusahaan lain.
Apa pun yang kamu putuskan, penting bagimu untuk tegas dengan diri sendiri mengenai keputusan tersebut.
Baca Juga: Selain Gaji, Ini 8 Hal yang Sebaiknya Dinegosiasikan saat Wawancara Kerja (Nggak Usah Segan!)
5. Jujur dan siap menerima konsekuensi
Setelah memutuskan apa yang akan dilakukan, saatnya untuk menindaklanjuti. Satu hal terpenting yang perlu diingat adalah hanya memberikan angka akhir jika kamu benar-benar berminat dengan pekerjaan tersebut.
Misalnya, kamu dapat memberitahu pewawancara bahwa menurutmu kamu bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari yang ditawarkan dan memberikan nominalnya.