Siap-siap, Ini Dampak Layoff bagi Karyawan yang Masih Tersisa

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 19 November 2022 | 19:41 WIB
Ilustrasi: Dampak layoff juga akan dirasakan karyawan yang tersisa. (https://www.freepik.com/free-photo/man-working-with-laptop-paperwork-with-stress_20615902.htm#query=)
Ilustrasi: Dampak layoff juga akan dirasakan karyawan yang tersisa. (https://www.freepik.com/free-photo/man-working-with-laptop-paperwork-with-stress_20615902.htm#query=)

PejuangKantoran.com - Salah satu aspek yang paling menakutkan dari kehilangan pekerjaan adalah lenyapnya penghasilan tetap. Bagi mereka yang kantornya cukup berkomitmen dalam memberikan hak-hak karyawan, paket pesangon bisa membuat mereka sedikit bernapas dan bertahan sampai mendapatkan pekerjaan lagi. Namun layoff tidak hanya akan memengaruhi karyawan yang diberhentikan. Dampak layoff juga akan dirasakan oleh karyawan yang masih bertahan.

Perasaan lega mungkin akan dirasakan oleh karyawan yang tidak terkena pemberhentian massal. Namun selanjutnya mereka akan mengalami kesulitan yang parah. Dampak layoff bagi karyawan yang masih bertahan adalah rasa tidak nyaman dan insecure terhadap pekerjaan mereka di perusahaan. Siapa yang tahu perusahaan akan melakukan pemutusan hubungan kerja gelombang berikutnya atau tidak?

Baca Juga: Tulis Skill Bahasa Inggris dalam CV, Penting Nggak Sih? 

Dampak layoff bagi karyawan yang tersisa yang pasti adalah berbagai perubahan dalam perusahaan. PHK massal bisa mengganggu status quo, di mana karyawan harus membentuk hubungan kerja baru, dan menanggung beban kerja yang sebelumnya merupakan tugas-tugas karyawan yang diberhentikan.

Tim Teresa Amabile dari Universitas Harvard memaparkan berbagai pengaruh PHK massal terhadap karyawan yang tersisa:

Menurunkan kreativitas
Perampingan karyawan akan meredam kreativitas para penyintas, yang berpotensi membahayakan hampir semua perusahaan. Untuk mengimbangi turunnya semangat para karyawan, manajer harus melakukan upaya baru dalam membangun tim. Memelihara atau meningkatkan stabilitas kelompok kerja dan menyediakan pekerjaan yang merangsang kreativitas.

Baca Juga: Jessica Iskandar Jual Tas Chanel-nya, Benarkah Tas Desainer Bisa Jadi Investasi yang Menguntungkan?

Mengganggu komunikasi
Perampingan cenderung mengganggu jejaring sosial dan pertukaran informasi di dalam perusahaan, sehingga menambah perasaan negatif karyawan. Para pemimpin harus mendorong saluran komunikasi antara manajer dan karyawan, aktif mendengarkan, membuka pintu untuk diskusi, dan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan.

Perubahan persepsi
PHK massal cenderung meningkatkan stres, kelelahan, dan rasa tidak aman karyawan, serta mengurangi moral, kepuasan kerja, dan kepercayaan. Perubahan perseptual semacam itu terkait berkurangnya kemauan karyawan untuk saling membantu, serta kinerja perusahaan yang memburuk. Manajer perlu membantu karyawan melihat proses perampingan adalah keputusan adil yang sudah dipertimbangkan matang sebelumnya.

Baca Juga: Ternyata Bukan Gen Z yang Lebih Suka Work From Home!

Pengunduran diri sukarela
Penelitian Amabile juga menunjukkan peningkatan dalam pengunduran diri secara sukarela dari karyawan yang tersisa. Mereka mungkin akan mulai mencari peluang baru atau mempertimbangkan untuk menerima tawaran dari perusahaan lain. Sementara itu, biaya kekurangan staf, penggantian karyawan, dan pelatihan bagi karyawan baru tentu tidak ideal ketika perusahaan berusaha menghemat uang. 

Karyawan yang perform harus diperhatikan
Di luar itu, akan ada karyawan yang tetap perform apapun kesulitannya. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki pelatihan, pendidikan, dan kemampuan paling banyak adalah yang paling mungkin resign jika tidak puas. Berikan dukungan dan dorongan, dan bantu mereka melihat bahwa perampingan membuka peluang dan saluran baru untuk promosi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Harvard Business Review, Career Minds

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X