Katanya Mau Resign, tapi Nggak Resign-resign. Alasan Mengapa Orang Galau Mau Resign

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 30 Desember 2022 | 20:22 WIB
Ilustrasi: Jenuh sama pekerjaan, tidak tahan lingkungan yang toxic, tapi galau mau resign? (Pixabay.com)
Ilustrasi: Jenuh sama pekerjaan, tidak tahan lingkungan yang toxic, tapi galau mau resign? (Pixabay.com)

PejuangKantoran.com - Pernah bertemu rekan kerja yang selalu berkeluh-kesah dengan pekerjaannya, dan setiap kali mengatakan mau resign, tapi lima tahun kemudian belum resign juga? Mengapa sebagian orang galau mau resign?

Terkadang, karyawan tidak tahan dengan bos atau beban kerjanya, tapi sayang dengan lingkungannya nyaman, lokasi kantornya yang dekat dengan rumah, dan gajinya pun cukup. Akhirnya, keinginan untuk mengundurkan diri jadi maju-mundur dan akhirnya batal. Betulkah ini yang membuat sebagian orang galau mau resign?

Kecuali kamu pindah kerja di tempat baru yang terlihat lebih baik, dengan jabatan yang lebih tinggi, gaji dua kali lipat lebih besar, bayangan menghadapi situasi yang berbeda itu terasa asing dan menakutkan. Tak heran sebagian orang galau mau resign.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Quiet Promotion? Jangan Senang Dulu Kalau Kamu Menerimanya!

Namun, sebenarnya ada beberapa penyebab sebagian orang galau mau resign, yaitu:

1. Merasa bersalah pada kantor
Mengapa? Mungkin karena perusahaan inilah yang rutin memberikan training sehingga keahlianmu meningkat, memberikan berbagai fasilitas dan tunjangan, punya bos yang asik, dan lain sebagainya. Bagaimana pun, kamu merasa perusahaan telah berjasa pada kesejahteraanmu.

2. Khawatir dengan apa yang akan dihadapi
Menurut Melissa Doman, MA, psikolog organisasi dari Denver , Colorado, penyebab keraguan kita untuk resign adalah kecemasan apakah resign adalah keputusan yang tepat, atau ketakutan apakah tempat yang baru nanti bisa memberikan kenyamanan yang sama.

Kenyamanan itu bisa berarti: adanya tunjangan, jalur karier yang jelas, lingkungan yang bisa menerima kita seutuhnya, atau apakah kita mampu melakukan tugas-tugas yang baru.

Baca Juga: 7 Tips Agar Meeting Bisa Berjalan Tepat Waktu dan Tidak Ngelantur Ke Mana-mana

3. Belum menemukan pekerjaan baru
Di era PHK massal seperti sekarang, berhenti bekerja tanpa memiliki pekerjaan yang baru lebih dulu tentu tindakan yang ceroboh. Kebanyakan orang juga menunda keputusan resign karena belum menemukan pekerjaan yang tepat, baik dari segi usia, keahlian, lokasi, dan tentunya kalau gajinya di bawah standar.

4. Belum ada karyawan pengganti
Kadang-kadang dalam surat perjanjian kerja di perusahaan disebutkan bahwa karyawan yang resign harus mencari pengganti. Hal ini tentu sangat menyulitkan dan baru disadari ketika karyawan betulan ingin resign. Memangnya mencari kandidat yang memenuhi syarat itu gampang?

5. Terkena penalti 
Menurut Safril Nurhalimi, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum Ahli Madya) seperti dikutip BPHN.go.id, penalti adalah biaya yang perlu dibayarkan karyawan jika resign dengan jangka waktu kurang dari yang disepakati bersama, atau sebelum jangka waktu kontrak habis/mengundurkan diri. Karyawan yang terikat aturan ini di perusahaan tentu tidak bisa sembarangan resign.

Baca Juga: 5 Tipe Imposter Syndrome dan Dampak Sindrom Ini pada Penderitanya

6. Tidak ada uang pisah resign
Uang pisah karyawan resign merupakan salah satu hak pekerja yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 35 Tahun 2021, Pasal 50. Uang pisah ini besarannya diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Ternyata, banyak perusaaan yang tidak memasukkan poin ini ke dalam perjanjian kerja. Karyawan pun enggan resign karena tidak ada uang pisah dari perusahaannya.

7. Keburu tenggelam dalam rutinitas kerja
Ini juga alasan yang sering terjadi. Banyaknya tugas-tugas yang harus dilakukan membuat karyawan tak punya energi lagi untuk mencari-cari pekerjaan baru. Ada pula yang menunggu THR, atau bonus akhir tahun, lama-lama batal resign karena keburu hanyut lagi dalam rutinitas kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Microsoft, bphn.go.id, Ambition

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X