PejuangKantoran.com - Film produksi Netflix Original Indonesia, Dear David, baru tayang di bioskop mulai Kamis (9/2/2023). Film karya sutradara Lucky Kuswandi ini mengangkat cerita cinta remaja dan mengeksplorasi berbagai topik yang dekat dengan kehidupan mereka.
Untuk menggarap film yang didanai oleh Netflix dan hak ciptanya dimiliki oleh Netflix, produser film Dear David, Muhammad Zaidy, menjelaskan bahwa ia mencoba menerapkan sistem kerja baru dalam proses produksi film berdurasi 1 jam 58 menit itu.
Baginya, kebiasaan rumah produksi yang menggarap film dengan waktu yang panjang sudah harus diubah. Pengaturan kerja tanpa batas waktu yang jelas menurutnya malah sering menimbulkan masalah dan ketegangan kerja.
Baca Juga: 3 Mitos Bekerja Jarak Jauh yang Ternyata Tidak Terbukti, Semoga Bos-bos Membaca Ini!
“Sudah tidak zaman lagi syuting setiap hari, pagi ketemu pagi, karena tidak sehat. Hasilnya juga akan terlihat. Ketika pemain capek, mereka tidak akan bisa tampil dengan bagus,” terang produser yang sempat menimba ilmu di New York Film Academy itu.
Belum lagi kru film juga akan mudah terpancing emosinya, sehingga suasana menjadi tidak kondusif. Kalau sudah begini, pasti tidak nyaman sebagai tempat bekerja.
Sebagai jalan keluarnya, Zaidy mengeluarkan standar kerja syuting baru yang ia sebut sebagai syuting sehat. Dalam satu hari, jam kerja syuting diusahakan tidak lebih dari 14 jam.
Baca Juga: Sempat Vakum di Dunia Akting, Emir Mahira Alami Penolakan dan Cemoohan Saat Berusaha Comeback
Harapannya, suasana syuting menjadi lebih kondusif untuk semua pihak. Agar semua patuh pada peraturan baru ini, Zaidy sengaja meluangkan waktu persiapan yang cukup panjang.
“Ini jadi pelajaran buat kita semua. Punya waktu prep yang cukup, itu kuncinya. Kita berusaha mengejar semua. Ketika kita punya persiapan panjang, para pemain pun sudah mengikuti workshop, dan sudah reading.
“Segala sesuatunya sudah dibahas sehingga ketika waktunya syuting, fokusnya adalah take,” jelas produser dari Palari Films yang juga memproduseri Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ini.
Beruntung, kebijakan ini juga didukung oleh Netflix yang memang sudah memiliki standar internasional. Menurut Zaidy, Netflix sangat mendorong agar keputusan ini dijalankan karena di luar negeri memang ada kebijakan mengenai jam kerja.
Baca Juga: Jangan Merasa Bersalah Kalau Susah Fokus, Karena Orang yang Cerdas Gampang Terdistraksi
“Kerja syuting hanya boleh 12 jam. Setiap tahap produksi kita dijaga oleh pihak Netflix. Selalu ada bi-weekly meeting dengan semua departemen. Bahkan post production sudah dimulai jauh sebelum meeting prep, untuk memastikan ini-itu,” jelasnya.
Memang waktu kerja 14 jam tidak selalu bisa diterapkan dalam segala situasi, contohnya ketika kru dan pemain harus berpindah-pindah lokasi syuting atau karena harus syuting di hutan untuk mengikuti ceritanya.
Artikel Terkait
Terlalu Agresif dalam Mengejar Bisnis Streaming Video, Kini Disney PHK 7000 Karyawan
Netflix Buka Lowongan Kerja Country PR Lead, Bakalan Sering Business Trip Ke Luar Negeri Nih!
Daftar Top 40 Under 40, 40 Orang Indonesia Paling Berpengaruh
Penipuan Lewat Undangan Pernikahan di Whatsapp, Jangan Malas dan Teliti Baca Notifikasi Pesan
Biasa Jadi Teman Kerja Pagi, Kopi Panas Jadi Penyebab Kanker?
Kini Microsoft Bing Terintegrasi dengan ChatGPT. Bagaimana Cara Mendapat Akses ke Bing ChatGPT?