LinkedIn Prediksi 65% Keahlian Pekerjaan akan Berubah karena AI pada Tahun 2030

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 10:25 WIB
Ilustrasi: Meskipun AI unggul dalam memberikan rekomendasi berdasarkan data, peran pemimpin manusia tetap tidak tergantikan. (Freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi: Meskipun AI unggul dalam memberikan rekomendasi berdasarkan data, peran pemimpin manusia tetap tidak tergantikan. (Freepik/rawpixel.com)

PejuangKantoran.com - Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan saat ini telah menjadi kekuatan yang mampu mengubah hampir seluruh pekerjaan modern.

Data menarik dari LinkedIn menunjukkan, pada 2030 keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan setidaknya akan berubah sebesar 65%.

Dalam dua tahun terakhir saja, data LinkedIn menunjukkan adanya peningkatan dua kali lipat dalam daftar pekerjaan yang berhubungan dengan AI atau subdomain-nya, AI generatif.

Baca Juga: Terobosan Baru Coca-Cola: Luncurkan Minuman Kola dengan Varian Rasa yang Diciptakan AI

Lowongan untuk posisi-posisi khusus AI tumbuh 17% lebih cepat dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak terkait dengan AI.

Secara lebih luas, survei dari jaringan profesional menunjukkan bahwa 89% profesional di seluruh dunia sangat antusias dengan prospek penggunaan AI di bidangnya masing-masing.

Selain itu, sebanyak 57% telah menyatakan minatnya untuk memperluas pengetahuan mereka tentang teknologi inovatif ini.

AI membuka peluang untuk jenis pekerjaan lain

Meski sering disalahpahami, tujuan utama penerapan AI di tempat kerja adalah untuk meningkatkan, bukan menutupi kekuatan intrinsik manusia. Salah satunya dengan mendukung tugas-tugas rutin.

Dengan begitu, para profesional dari berbagai bidang bisa menyalurkan energinya untuk pekerjaan yang memerlukan empati, wawasan, dan kebijaksanaan manusia.

Lalu, tanggung jawab dan pengaruh departemen HR dan rekrutmen juga menjadi semakin jelas.

Peran mereka tidak lagi terbatas pada perekrutan atau pembelajaran dan pengembangan, tetapi juga dalam membentuk visi strategis organisasi, dan membutuhkan keterampilan untuk mewujudkannya.

Chief Operating Officer LinkedIn, Dan Shapero, menyebut semakin pentingnya peran HR dalam organisasi perusahaan mereka saat ini.

“Selain mengubah keterampilan, AI juga membuka alat-alat baru bagi para profesional berbakat, termasuk membantu mereka merekrut kandidat berkualitas dengan lebih cepat dan memberikan pembelajaran yang dipersonalisasi kepada karyawan,” tambahnya.

Baca Juga: Survei LinkedIn: Makin Banyak Perusahaan yang Tidak Mengharuskan Pelamar Punya Gelar Sarjana

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X