PejuangKantoran.com - Era working from home di masa pandemi dimenimbulkan euforia tersendiri, yaitu ketika karyawan bisa mengikuti Zoom meeting dengan bercelana pendek atau memakai daster.
Namun ketika pandemi sudah berlalu dan karyawan sudah kembali bekerja di kantor, ada satu orang yang sepertinya masih terbawa euforia di era Covid-19: CEO Air Asia Tony Fernandes.
Mendadak, Tony Fernandes mem-posting dirinya menghadiri rapat manajemen tanpa kemeja alias bertelanjang dada. Padahal, saat itu ia sedang meeting bersama CEO AirAsia Indonesia Veranita Yosephine.
Baca Juga: Canberra Kekurangan Guru Bahasa Indonesia, UPI Kirim Dosen Muda sebagai Guru Bantu di Adelaide
“Ini minggu yang melelahkan, dan Veranita Yosephine menyarankan untuk dipijat,” tulis Tony Fernandes di akun LinkedIn-nya, Senin (16/10/2023) lalu.
“Saya harus mencintai budaya Indonesia dan AirAsia sehingga saya bisa dipijat dan melakukan rapat manajemen.”
Dalam foto yang diunggahnya, salah satu pendiri AirAsia ini tampak duduk sambil menghadiri rapat manajemen tanpa kemeja. Ia menghadap perangkat tablet di meja kerja.
Seorang perempuan yang mengenakan celemek, penutup kepala, dan masker, berdiri di belakang sambil memijat bahunya.
Postingan tersebut membuat para pengikutnya terperangah. Tak sedikit yang menganggap kali ini Tony Fernandes sudah keterlaluan.
Rebecca Nadillo, seorang strategy and branding executive yang pernah bekerja di Meta dan biro iklan BBDO, termasuk di antara pengikut yang mengkritik pria berdarah India-Portugis yang lahir di Malaysia itu.
“Saya kira para perempuan di perusahaan Anda tidak akan merasa nyaman atau aman dalam hal ini, dan karena Anda atasannya, sepertinya mereka tidak akan melawan atau mengatakan apapun,” tulisnya dalam kolom komentar.
Komentar Rebecca hanya satu dari 100 komentar yang membanjiri postingan Tony Fernandes. Banyak dari mereka yang sepakat dengan Rebecca, dan mendesak Tony untuk memperbaiki apa yang mereka anggap sebagai kesalahan pribadi.
Baca Juga: Terkait Hari Pangan Sedunia, Pemuda Katolik Sebut Krisis Air Bersih di Wilayah Jakarta Selatan
Ada pula yang menyebut Tony tidak profesional dalam pekerjaan, dan menyatakan bahwa hal ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman.
“Seorang pria dewasa, yang merupakan CEO sebuah perusahaan publik, mengadakan rapat manajemen tanpa mengenakan baju sambil dipijat,” komentar salah satu direktur pemasaran. "Kalaupun ia menghapus (status) 'CEO perusahaan publik', itu masih tidak pantas."
Artikel Terkait
Jangan Malas Naik Turun Tangga di Kantor, Bisa Membantu Mengurangi Risiko Penyakit Kardiovaskular!
Philip Morris International Buka Lowongan Brand Executive Jakarta, Indonesia Commercial
Film Horor 'Indigo: What Do You See' Tampilkan Amanda Manopo sebagai Seorang Indigo
YouTuber Tetap Harus Membayar Pajak Penghasilan, tapi Bagaimana Skema Pajak yang Berlaku?
Ternyata Perempuan Bekerja Takut Alami Menopause, Kok Bisa?
Profil Zaizatun Nihajati Istri Mahfud MD, Sarjana Hukum yang Pernah Menjadi Guru SMA