Di lain pihak, beberapa pengguna LinkedIn mendukung pijat di kantor Tony Fernandes dan budaya kerja yang memungkinkannya.
“Ini adalah penanganan manajemen stres yang benar,” komentar seorang pemilik bisnis, sementara seorang pegawai bandara berkomentar bahwa, “AirAsia memang memiliki budaya kerja yang paling ramah terhadap karyawan.”
Sejumlah orang dengan nada bercanda memuji sang CEO karena berani memperlihatkan dadanya di depan umum.
“Saya memuji pria pemberani ini karena menjadi agen perubahan dalam gerakan kepositifan tubuh,” tulis salah satu komentar. “Kita harus merayakan semua bentuk dan ukuran tubuh!”
Baca Juga: AnKer Musti Siap-Siap, Jalur Perlintasan Penumpang di Stasiun Manggarai akan Diubah
Atas semua komentar itu, Tony Fernandes mengatakan, dia baru saja menjalani penerbangan selama 18 jam, dan merasa kesakitan. Pijatan itu adalah saran yang diberikan secara spontan oleh Veranita Yosephine.
“Anda tidak akan pernah bisa menjelaskan proses berpikir di balik sebuah postingan, jadi (lebih baik) saya menghapusnya,” ujar Tony, menanggapi salah satu komentar. “Saya tidak bermaksud menyinggung siapa pun.”
Juru bicara AirAsia dan AirAsia Indonesia tidak menanggapi permintaan komentar dari Business Insider, dan postingan LinkedIn tersebut telah dihapus.
Artikel Terkait
Jangan Malas Naik Turun Tangga di Kantor, Bisa Membantu Mengurangi Risiko Penyakit Kardiovaskular!
Philip Morris International Buka Lowongan Brand Executive Jakarta, Indonesia Commercial
Film Horor 'Indigo: What Do You See' Tampilkan Amanda Manopo sebagai Seorang Indigo
YouTuber Tetap Harus Membayar Pajak Penghasilan, tapi Bagaimana Skema Pajak yang Berlaku?
Ternyata Perempuan Bekerja Takut Alami Menopause, Kok Bisa?
Profil Zaizatun Nihajati Istri Mahfud MD, Sarjana Hukum yang Pernah Menjadi Guru SMA